Sekelompok Pelajar Pesta Tuak Dicampur Obat Batuk di Terminal Indihiang Kota Tasik

1865
0
radartasikmalaya.com
Polsek Indihiang saat mendapati para pelajar sedang pesta miras tuak dicampur obat batuk di Terminal Tipe A, Minggu (22/11) dini hari. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Polsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya mendapatkan sekelompok pelajar di Kawasan Terminal Tipe A, sedang pesta minuman keras (Miras) jenis tuak dicampur obat batuk.

Mereka diamankan saat polisi menggelar patroli rutin di wilayah Hukum Polsek Indihiang, Minggu (22/11) dini hari.

Ironisnya, para remaja tersebut masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Kota Tasik.

Mereka yang diamankan di Terminal Tepe A Indihiang, Jalan Letnan Hatun, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya Jawa Barat.

Dari mereka, polisi mengamankan satu Dus sachet sirup obat batuk, 30 bungkus kosong, dan satu gelas miras jenis tuak yang sudah dicampur obat batuk.

Para remaja tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Indihiang untuk dilakukan pemerikasan dan pembinan, sekaligus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Kapolsek Indihiang, Kompol H Didik Rohim Hadi mengatakan, pesta minuman obat batuk sudah cukup lama menjadi tren kalangan pemuda untuk mabuk-mabukan.

“Operasi malam ini pada saat kita melakukan patroli, ternyata kita menemukan beberapa kelompok pemuda kedapatan sedang mabuk yang bersangkutan sedang minum tuak kemudian dicampur dengan obat batuk cair jenis komik,” katanya kepada wartawan, Minggu siang.

Biasanya, lanjut Kapolsek, para pemuda ini membeli obat batuk dalam jumlah banyak.

“Kemudian, obat batuk cair itu dicampur dengan air mineral dan tuak kemudian langsung diminum beramai-ramai,” terangnya.

Padahal, meminum obat secara berlebihan, tentu sangat membahayakan.

“Selain mengganggu pikiran, juga bisa merusak organ tubuh dalam,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada orang tua untuk tidak lepas kontrol terhadap pergaulan anak.

Segera mencari atau meminta anak pulang, jika sudah melewati larut malam.

“Ini bukan apa, semata-mata untuk menjaga masa depan anak agar tidak terjerembab ke dalam pergaulan yang tidak sehat,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.