Sekeluarga di Garut Kota Tinggal di Rumah Ambruk

29
0
TINJAU. Anggota DPRD Garut Yudha Pudja Turnawan bersama Lurah Kota Wetan Galih Mawariz melihat kondisi rumah Aang Apipudin, Selasa (26/1). Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

GARUT KOTA – Satu keluarga di Kampung Babakan Abid Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota sudah lima tahun tinggal di rumah tidak layak huni. Sebagian bangunnya ambruk.

“Kondisi rumah ini (ambruk) sudah lima tahun, sekarang terpaksa ditinggali karena tidak ada lagi tempat tinggal,” ujar Aang Apipudin (55), pemilik rumah kepada Rakyat Garut di rumahnya, Selasa (26/1).

Aang menceritakan awal bagian depan rumahnya ambruk itu ketika turun hujan beberapa tahun lalu. Saat itu dirinya bersama istri dan dua anaknya berada di dalam rumah. “Saat itu atap rumah langsung ambruk, untung tidak ada korban,” terangnya.

Menurut dia, ambruknya rumah, karena banyak bahan bangun yang sudah lapuk dimakan usia. Karena sejak tahun 1989 dibangun, rumah semi panggung ini tidak pernah diperbaiki. “Belum pernah diperbaiki, tidak ada uang. Jadi banyak bahan bangunan yang lapuk,” terangnya.

Baca juga : Lansia Warga Bayongbong Garut Tinggal di Gubuk Nyaris Ambruk

loading...

Dirinya hanya bisa pasrah dengan kondisi rumahnya. Untuk meminimalisir air masuk ke rumah, dirinya hanya menutupi dengan plastik.

“Saya bekerja sebagai buruh bangun dan bekerja juga tidak tentu. Saat ini saya hanya bisa pasrah dan menunggu adanya bantuan perbaikan rumah dari pemerintah,” ujarnya.

Lurah Kota Wetan Galih Mawariz mengatakan sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Pudja Turnawan untuk perbaikan rumah tidak layak huni. “Yang diusulkan ada empat rumah tidak layak huni, salah satunya milik Pak Aang,” ujar Galih usai meninjau rumah Aang, kemarin.

Berdasarkan hasil pemantauan, dirinya melihat kondisi rumahnya memprihatinkan dan tidak layak huni. “Alhamdulillah sekarang Pak Yudha akan membantu pembangunan rumah Pak Aang ini. Kita akan kawal terus perbaikan rumah ini sampai selesai,” terangnya.

Anggota DPRD Garut Yudha Pudja Turnawan mengaku prihatin setelah melihat kondisi rumah Aang. Maka dari itu dalam waktu dekat ini akan ada bantuan dari APBD Garut untuk pembangunan rumah tidak layak huni. “Saya akan kawal bantuan ini hingga sampai ke penerima,” kata dia.

Selain mengandalkan bantuan dari APBD Garut, pihaknya juga akan ikut membantu dalam pembangunan rumah tidak layak huni. “Dari partai bisa bergotong-royong untuk membantu membangun rumah tidak layak huni milik Pak Aang ini,” ujarnya.

Yudha berharap pemerintah kelurahan untuk menggalakan gotong-royong warga dalam membangun rumah. “Jangan sampai Pak Aang ini membangun rumahnya sendiri, tanpa ada bantuan dari masyarakat,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.