Sekeluarga Terserang Corona di Depok, Khawatir Telantar, Pilih Pulang ke Kota Banjar

1488
0
PENJELASAN. Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Budi Hendrawan diwawancarai Sabtu (19/9).
PENJELASAN. Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Budi Hendrawan diwawancarai Sabtu (19/9).

BANJAR – Kasus positif Covid-19 di Kota Banjar kembali bertambah, Sabtu (19/9) setelah seorang warga dilaporkan terinfeksi virus corona berdasarkan hasil swab test. Pria berusia 38 tahun itu kini dirawat di RSUD Kota Banjar.

Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra menerangkan pria terkonfirmasi positif tersebut adalah pegawai di Kantor Kemendikbud.

Pada Senin (14/9), kantornya di Depok melaksanakan swab test untuk para pegawainya. Hasilnya diketahui warga Banjar itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Da tinggal bersama istrinya berusia 36 tahun, anaknya berusia empat tahun dan seorang pembantu. Saat RK sakit, pembantunya juga ikut sakit. RK pun diurus istrinya. Setelahnya, giliran istrinya yang sakit. Bahkan, sampai saat ini istrinya mengalami demam dan penciumannya menurun.

Karena khawatir tidak ada yang merawat di Depok, satu keluarga itu pun memutuskan pulang ke Kota Banjar. “Istrinya asli warga Purwaharja Kota Banjar, masa kita tolak. Sesampai di RSUD Kota Banjar sekarang semuanya langsung menjalani perawatan di ruang isolasi,” kata Agus.

Baca juga : Kasus Corona di Kota Banjar Naik Lagi, Masker Gratis Kembali Dibagikan

Menurut dia, istri dan anaknya belum dipastikan positif virus corona lantaran belum menjalankan swab test dan rapid test kemarin. Meskipun belum ada kepastian positif corona, mereka tetap akan diisolasi dulu di rumah sakit.

“Makanya untuk memastikan kembali hasilnya, rencananya kita akan lakukan swab test (kemarin, Red),” katanya.

Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Budi Hendrawan menambahkan tren kasus positif Covid-19 di Kota Banjar dalam sepekan terakhir terus meningkat. Total ada sembilan orang. Sebanyak enam di antaranya isolasi mandiri dan tiga menjalani perawatan di RSUD Kota Banjar.

Kasusnya beragam, dari mulai transmisi lokal hingga limpahan dari luar daerah. “Guna menekan penularan Covid-19, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yakni 3 M. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun,” ujarnya.

Sementara itu, tenaga kesehatan (nakes) di tiga puskesmas di Kota Banjar telah menjalani swab test. Hal itu menyusul ditemukannya nakes positif Covid-19 di dua puskesmas di Kota Banjar.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra mengatakan nakes yang menjalani swab test itu berasal dari Puskesmas Banjar I, Purwaharja I dan Langensari I.

“Kita lakukan swab test guna meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 terhadap nakes di puskesmas tiga itu,” ujar dia kepada wartawan, Sabtu (19/9).

Dia menyebut sebelumnya swab test juga sudah dilakukan di dua puskesmas, dimana terdapat tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19. “Sekarang kan sudah lima puskesmas. Setelah hasil swab test-nya keluar, baru disusul nakes di lima puskesmas lainnya,” ujarnya.

Lanjut dia, pelayanan di tiga puskesmas tersebut tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada penutupan. “Mudah-mudahan hasilnya negatif semua. Ini hanya memastikan kalau semua nakes aman dari penularan Covid-19,” ujarnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.