Sekolah Dasar Jangan Berlakukan Tes Calistung

70
Dadan Wardana

MANGUNREJA – Syarat untuk masuk SD dilarang melakukan tes baca tulis hitung (calistung). Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana kepada Radar, Jumat (19/4).

“Akan ada sanksi tegas diberikan kepada SD yang memberlakukan tes calistung dalam penerimaan siswa baru. Hal itu berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy,” ujarnya.

Dadan menyambut baik aturan ini. Dia pun akan bersikap tegas kepada sekolah yang berani melakukan hal tersebut. Maka dari itu, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh SD untuk tidak memberlakukan tes calistung dalam penerimaan siswa baru.

“Anak yang masuk SD ini baru selesai PAUD dan TK yang fokusnya belajar sambil bermain. Maka jangan dieksploitasi dengan calistung ketika masuk SD, karena akan menjadi beban mereka,” paparnya.

Sejauh ini, kata dia, pembelajaran di PAUD dan TK lebih mengedepankan penguatan pendidikan karakter, bukan calistung. Sehingga, anak memiliki sifat saling menyayangi, menghormati, toleransi, memiliki budaya antre dan jujur.

Guru SD Sembah Dayung Kecamatan Sukaraja, Dino SPd mengatakan anak PAUD dan TK memang belum belajar kepada baca tulis dan hitung, tapi belajar sambil bermain. Sehingga akan menjadi beban ketika tes calistung diberlakukan saat masuk SD. “Anak yang belum bisa apa-apa pun memiliki hak untuk masuk SD karena proses belajar yang sesungguhnya adalah usia masuk SD bukan di TK dan PAUD,” pungkasnya. (obi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.