Sekolah di Kota Tasik Harus Patuhi PJJ

69
0
SAMBUTAN. Kepala Disdik Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos (kanan) sedang memberikan pengarahan BOS dan imbauan tetap menjaga protokol kesehatan serta patuhi kebijakan PJJ kepada guru SD di SDN Perumnas Cisalak, Jumat (15/1). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
SAMBUTAN. Kepala Disdik Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos (kanan) sedang memberikan pengarahan BOS dan imbauan tetap menjaga protokol kesehatan serta patuhi kebijakan PJJ kepada guru SD di SDN Perumnas Cisalak, Jumat (15/1). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya terus memahamkan dan motivasi para guru-guru tentang pentingnya mematuhi keputusan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19.

Kepala Disdik Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos mengatakan, sesuai Surat Edaran Nomor 360/SE. 754-BPBD/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 di Kota Tasikmalaya yang dikeluarkan Satgas Covid-19 pada 9 Januari 2021. Untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP untuk proses belajar mengajar (PBM) pada awal Januari 2021 masih ditiadakan secara tatap muka. “Manfaat keputusan masih PJJ ini untuk keselamatan siswa, guru dan mayarakat,” katanya kepada Radar, Jumat (15/1).

Pihaknya pun terus mengajak agar patuh baik keputusan dan terhadap protokol kesehatan. Selanjutnya untuk terus berdoa mudah-mudahan penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya segera mereda agar dapat melakukan pembelajaran tatap muka.

“PJJ ini sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebaikan bersama. Sehingga terhindar dari terpaparnya Covid-19,” ujarnya.

Dengan belum bisanya belajar tatap muka, H Budiaman meminta sekolah, guru, orang tua dan siswa menerima dengan besar hati saat mengikuti kebijakan pemerintah untuk tetap pembelajaran daring.

loading...

Kepala SDN Perumnas Cisalak Ade Rastuti SPd menjelaskan, sehubungan Kota Tasikmalaya masih tingginya jumlah kasus aktif Covid-19, pihaknya masih melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan daring atau belajar dari rumah.

Ditambah di lingkungan sekitar sekolah masih ada beberapa yang terpapar Covid-19. Maka belum berani membuka untuk pembelajaran tatap muka (PTM). “Jadi kita sesuai arahan dari Satgas Covid-19 masih melakukan PJJ,” katanya.

Menurutnya, untuk saat ini ketika ingin PTM bisa menimbulkan banyak risiko kesehatan. Walaupun sekolah sudah menyiapkan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19, seperti; tempat sanitasi untuk tempat cuci tangan dengan masing-masing kelas sudah tersedia, pemetaan siswa dan guru serta surat pernyataan izin dari orang tua siswa.

“Kesiapan PTM pun harus dipetakan dan dipertimbangkan. Sehingga sekolah perlu diverifikasi dan mendapatkan rekomendasi Satgas Covid-19 untuk tatap muka,” ujarnya.

Intinya dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19, siswa agar bisa mendapatkan pelayanan ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman hidup dengan cara PJJ. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.