Sekolah Harus Edukasi Orang Tua Siswa

15

BANJAR – Pengamat pendidikan Kota Banjar Arif Budiman menyoroti kasus siswa SMP yang terpaksa tidak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 22 April mendatang.

Seperti adanya siswa yang tidak masuk database UNBK karena pindah sekolah. Sementara siswa tersebut tidak bisa melaksanakan UNBK di sekolah barunya karena harus mengulang dari awal.

“Perlu adanya edukasi yang lebih jelas dari pihak sekolah kepada para siswa dan orang tua siswa yang akan memindahkan putera-puterinya ke sekolah lain, apalagi dengan sistem zona atau apapun namanya,” kata Dosen Birokrasi Pemerintahan di STISIP Bina Putera Kota Banjar Minggu (24/4).

Menurut dia, masih banyak orang tua siswa yang mempercayakan prosedur administrasi kepada lembaga pendidikan, tanpa mengetahui ada proses birokrasi yang terlewat.

Seperti berita acara bahwa siswa yang bersangkutan sudah tidak terdaftar di sekolah, kemudian keterangan sekolah mana yang akan dituju.

Menurutnya sekolah harus jelas memberikan informasi kepada orang tua siswa kapan waktu yang tepat seorang siswa dapat pindah sekolah.

“Harus lebih rinci pihak sekolah dalam menelusuri alasan siswa pindah sekolah. Kemudian memperhitungkan waktu, apakah di sekolah yang baru siswa itu bisa mengikuti UNBK atau tidak. Jangan sampai kasus ini terjadi lagi, siswa tidak bisa mengikuti UNBK di sekolah barunya sedangkan di sekolah lama sudah dicoret dari daftar data siswa peserta UNBK,” katanya.

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih sebelumnya akan meminta laporan dari Dinas Pendidikan Kota Banjar terkait lima siswa yang tidak akan bisa mengikuti UNBK. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.