Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.4%

19.9%

7.3%

69.4%

Sekolah Motekar di Sadananya Ciamis, Kurangi Anak Kecanduan Gadget

303
0
Sekolah Motekar Sadananya Ciamis
Siswa Sekolah Motekar, selain diajarkan permainan tradisional juga diajarkan ilmu bercocok tanam dan lainnya. iman s rahman/ radartasikmalaya.com

CIAMIS –  Sekolah Motekar di Kampung Cibunar RT 06 / 03 Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, dinilai sangat efektif untuk mengurangi hingga menjauhkan anak dari kecanduan gadget.

Salah satu metodenya adalah “Lembur Kaulinan Cibunar” (Kampung Permainan Tradisional Cibunar).

Penggiat Sekolah Motekar, Deni Wahyu Jayadi alias Weje menerangkan, sekolah tersebut berdiri mulai tahun 2018.

Saat itu hanya bermodal kemandirian dan gotong royong. ” Kami berfikir keras untuk membuat kegiatan yang semenarik mungkin. Maka tercipta Sekolah Motekar,” ungkap Deni kepada Radar, Minggu (25/7) pagi.

“Proses pembelajaran dilakukan di alam terbuka, disekitar pohon-pohon bambu dan dekat dengan rumahnya,” sambungnya.

Kata Deni, kegiatan rutinnya adalah setiap minggu pihaknya mengajak anak-anak mengenal permainan zaman dahulu.

Seperti engkrang , boy-boyan, jajahean dan berbagai permaianan tradisional lainya.

“Dengan diberikan pelajaran alam, utamanya keagaamaan, ini akan mencetak karakter akhlakul karimah yang baik pada anak. Dan dengan permainan tradisional, sangat efektif buat menjauhkan anak dari Gadget,” terangnya.

Setelah bermain, kata dia, anak anak dijak belajar sesuai minatnya masing-masing.

Seperti menggambar, musik, bahasa Inggris, tanaman dan sebagainya. “Sehingga yang kecanduan gadget bisa enjoy diajarkan sesuai keinginan mereka,” jelasnya.

Deni menerangkan, selain anak-anak, para remaja dan pemuda juga terlibat, sekaligus memanfaatkan wadah organisasi karang taruna.

“Diantaranya dalam pertemuan bulanan yang isinya kajian dan kesenian, hingga lahirnya kelompok perikanan dan pertanian pemuda,” tuturnya.

“Jadi, berawal dari sekolah warga yang punya konsep ‘Taman Siswa’. Namun lama lama jadi ada isu lingkungan, kesehatan serta kewirausahaan,” paparnya.

Dede Kurnia (12)  salah seorang siswa Sekolah Motekar mengaku di sekolahnya banyak dikenalkan dengan permainan tradisional yang sebenarnya cukup menarik.

“Ternyata tidak harus main HP, karena banyak permainan dan dilakukab bersama tema-teman. Selain di sekolah SD, saya senang juga di sekolah motekar, karena bisa main di alam,” paparnya.

Dia mengaku, banyak ilmu yang diperoles mulai cara bercocok tanam, bahasa Ingris, musik, megambar, ngaji dan silat.

“Saya senang main di alam seperti ini. Ya jadi banyak teman-teman,” tuntasnya.

(iman s rahman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.