Sekolah Tatap Muka di Ciamis Belum Bisa Dilaksanakan

41
0
ISTIMEWA SOSIALISASI. Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya hadir dalam sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan PAUD Satu Tahun Pra Sekolah Dasar bersama Dinas Pendidikan, Selasa (2/2).
Loading...

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis belum berani membuka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Karena, kasus yang terpapar Covid-19 di Ciamis masih terus terjadi penambahan yang setiap harinya bisa mencapai 30 orang.

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya mengatakan, memang sangat dipahami kondisi tenaga pendidikan atau guru, peserta didik dan orang tua sudah jenuh dengan kondisi pandemi ini.

Namun, situasi peredaran Covid-19 di Ciamis belum bisa dinyatakan aman untuk anak-anak menimba ilmu secara tatap muka di sekolah.

“Kami belum berani membuka sekolah tatap muka,” ujarnya usai Sosialisasi Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Satu Tahun Pra Sekolah Dasar di Aula Setda Ciamis, Selasa (2/2) pagi.

Baca juga : Pohon Kelapa Hancurkan Rumah Warga Sukadana Ciamis, Penghuninya Mengungsi

loading...

Kata dia, memang saat ini pemerintah pusat menyerahkan terkait sekolah tatap muka kepada masing-masing pemerintah daerah dengan syarat berstatus zona kuning. Namun, sekarang Ciamis berada di zona oranye, sehingga belum bisa melaksanakan belajar tatap muka.

“Kalau sudah zona kuning atau bahkan hijau kami akan melaksanakan belajar tatap muka, ada yang secara parsial boleh tatap muka secara bertahap. Pihaknya mencontohkan dalam satu kecamatan ada delapan desa, di mana ada lima desa yang positif dan tiga desa zona hijau, maka yang sekolah di tiga desa itu diperbolehkan tatap muka,” katanya, menjelaskan.

“Nantinya untuk desa lain ketika tidak ada lagi pasien positif tentunya secara bertahap bisa dibuka belajar tatap muka. Kami meminta masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya, menambahkan.

Sampai saat ini, kata dia, di Ciamis yang masih menjalani isolasi karena terpapar Covid-19 ada 357 orang yang melaksanakan mandiri, dirawat 23 orang dan 65 orang meninggal dunia.

Sedangkan yang sembuh sebanyak 1.535 orang, tentunya terhadap yang isolasi mandiri ini harus betul-betul diperhatikan.

“Kalau tidak dilakukan pengawasan maka klaster keluarga di Ciamis akan lebih banyak lagi, sekarang saja sudah mengkhawatirkan. Karena suami menularkan Covid-19 pada istri dan anaknya bahkan kepada keluarga lainnya,” ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.