Sektor Pariwisata Harus Melek Teknologi

17

JAKARTA – Sektor pariwisata tanah air harus berbenah. Memanfaatkan perkembangan teknologi harus menjadi keharusan. Ini demi menggaet wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tak menampik hal tersebut. Menurut dia, 74 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke tanah air, sebagaimana laporan TripAdvisor, menggunakan teknologi digital atau internet serta smartphone.

“50 persen wisman yang datang juga merupakan generasi milenial. Mereka mempunyai selera dan kebiasan berwisata yang berbeda,” ujar Arief Yahya.

Perubahan pasar dan kemajuan teknologi, menurut Arief, mengharuskan sektor pariwisata terus berbenah. Di antaranya pada produk wisata dan penyelenggaraan event yang akan muncul tahun depan.

“Produk pariwisata yang dikemas dalam paket-paket wisata harus disesuaikan dengan selera wisatawan millennials, begitu juga 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia harus menyesuaikan perubahan itu,” katanya.

Dijelaskan Arief, dalam merebut pasar milenial di mancanegara, pihaknya melakukan kerjasama dengan perusahaan digital internasional seperti Baidu, Tripadvisor, dan Grab yang menerapkan sharing economy. Dan ini mampu secara revolusioner mengubah lanskap industri pariwisata dunia termasuk di Indonesia.

Sementara itu, Destination Marketing North Asia TripAdvisor Gary Cheng mengatakan Indonesia masuk peringkat keempat di antara 25 destinasi top dunia. Bahkan nomor satu top destinasi di Asia versi TripAdvisor.

“Wisatawan melakukan perjalanan berdasarkan search juga menunjukkan misalnya untuk wisatawan Eropa lebih banyak memilih Thailand kemudian Indonesia, wisatawan Amerika memilih Jepang, China, dan Indonesia, wisatawan Timur Tengah memilih Thailand, Filipina, dan Indonesia. Sementara wisatawan Asia memilih Jepang dan Indonesia,” kata Gery.

Dukungan penggiat e-commerce juga datang dari GM Regional Business Development SEA Baidu.com Yu Yen-Te. Pihaknya siap mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memudahkan pendataan turis yang datang ke Indonesia.

“Karena kita memiliki teknologi artificial intelegence termasuk untuk face recognation system yang bisa membedakan gender, usia, dan keaslian foto untuk menjaring informasi mengenai wisatawan,” terangnya. (rdi/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.