Sektor Pariwisata Pangandaran jadi Prioritas Percepatan Ekonomi Daerah

143
0
Istimewa. WEBINAR. Pjs Bupati Pangandaran Dr H Dani Ramdan MT memaparkan mengenai penataan fasilitas dan kawasan wisata Pangandaran saat Webinar Strategi Pemulihan Pariwisata Pangandaran di Era New Normal, Kamis (26/11).
Istimewa. WEBINAR. Pjs Bupati Pangandaran Dr H Dani Ramdan MT memaparkan mengenai penataan fasilitas dan kawasan wisata Pangandaran saat Webinar Strategi Pemulihan Pariwisata Pangandaran di Era New Normal, Kamis (26/11).
Loading...

PANGANDARAN – Sebagai upaya mendorong pemulihan pariwisata, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Webinar Strategi Pemulihan Pariwisata Pangandaran di Era New Normal, Kamis (26/11).

Webinar tersebut disiarkan secara langsung dari Laut Biru Resort Hotel Kabupaten Pangandaran dengan menerapkan protokol Covid-19.

Webinar diisi oleh narasumber Pjs Bupati Pangandaran Dr H Dani Ramdan MT, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Barat, Peneliti Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB Endra Gunawan, Akademisi Manajemen Universitas Prasetiya Mulya M Setiawan Kusmulyono, Ketua DPC ASITA Pangandaran Adrianus Eko Saputro.

Acara dipandu moderator Claresta Taufan host program jelajah alam, traveler dan influencer. Turut hadir memberikan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Darjana.

Dalam sambutannya, Darjana menyampaikan bahwa Kabupaten Pangandaran memiliki pangsa 11% dari perekonomian Priangan Timur dengan laju pertumbuhan ekonomi 5,95% (yoy) pada tahun 2019.

Loading...

Baca juga : Akhirnya Para Pedagang Pasar Pananjung Pangandaran Jalani Swab Test Masal

Sektor Pariwisata menjadi salah satu potensi unggulan dan penopang utama perekonomian daerah, namun tantangan selama pandemi Covid-19 berdampak cukup signifikan pada kinerja pariwisata, yang diperparah dengan isu kebencanaan.

Maka, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata, mengomunikasikan isu regional terkini kepada publik mengenai pemberitaan potensi risiko gempa megathrust dan tsunami yang berdampak pada menurunnya kinerja sektor pariwisata, serta mendukung promosi pariwisata Kabupaten Pangandaran.

Herawanto selanjutnya menyampaikan bahwa risiko bencana memang ada, namun kuncinya adalah bagaimana kita bisa menyikapinya, karena kita harus terus berjalan dengan memitigasi risiko yang ada. Aktivitas pariwisata menjadi salah satu penopang perekonomian dan menyerap tenaga kerja yang tinggi.

Retribusi dari kegiatan pariwisata di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 27,5 miliar, atau 24% dari total PAD Kabupaten Pangandaran. Sektor Pariwisata juga memiliki potensi berkembang yang sangat tinggi, yang terbukti dengan pertumbuhan jumlah wisatawan pada awal tahun 2020 mencapai 41,39% (yoy) dan peningkatan PAD dari aktivitas pariwisata sebesar 35,46% (yoy).

Meskipun saat pandemi Covid-19 kawasan wisata Pangandaran sempat ditutup sejak 18 Maret – 29 Mei 2020, namun setelah dibuka kembali, kinerja pariwisata mengalami pemulihan yang cepat dengan puncaknya pada bulan Agustus-September 2020 optimal sesuai kapasitas maksimum protokol covid-19.

“Dengan pengendalian penyebaran covid-19 yang baik dan komunikasi yang tepat mengenai isu terkini, sektor pariwisata diyakini dapat segera pulih dan mendorong perekonomian, sejalan dengan program pemerintah nasional yang menjadikan sektor pariwisata salah satu prioritas pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Peneliti Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB Endra Gunawan memaparkan, mengenai hasil riset yang telah dilakukan terkait dengan kondisi geologi di kawasan pantai selatan Jawa Barat, khususnya Kabupaten Pangandaran, yang masih dinilai aman.

Ia juga menyampaikan bahwa adanya risiko gempa tidak serta merta disikapi dengan menghindari lokasi tersebut, namun dijadikan informasi untuk pengelolaan mitigasi ke depan.

Sejalan dengan pemaparan tersebut, Plt Bupati Pangandaran Dani Ramdan menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai mitigasi dan protokol keamanan.

Terlepas dari risiko kebencanaan maupun Covid-19, pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran juga terus melakukan penataan fasilitas dan kawasan wisata, serta pendampingan pelaku usaha pendukung pariwisata.

Dari sisi strategi pemulihan pariwisata, Setiawan menyarankan strategi PIL-Ka-Da, yaitu Pahami, Inovasi, Layani, Kabarkan, dan Database-kan. Demikian pula Andrianus menyatakan para pelaku pariwisata di Pangandaran telah berupaya terus melakukan inovasi dan meningkatkan layanan demi kenyamanan wisatawan.

“Kabupaten Pangandaran sendiri memiliki berbagai wisata menarik yang didominasi wisata alam, seperti Pantai Barat dan Timur Pangandaran, Green Canyon, Pantai Batukaras, Pantai Batuhiu, Cagar Alam Pananjung, Kampung Turis, dan saat ini sedang dalam penyelesaian PIAMARI sebagai aquarium terbesar di Indonesia,” katanya. (rls/na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.