Sektor Pertanian di Ciamis tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

73
0
ISTIMEWA. MENINJAU. Angota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi SE meninjau lokasi  pertanian di Dusun Cipaku Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Minggu (7/2/2021).V
ISTIMEWA. MENINJAU. Angota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi SE meninjau lokasi  pertanian di Dusun Cipaku Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Minggu (7/2/2021).
Loading...

CIAMIS – Pandemi Covid-19 memang sangat berdampak terhadap semua sektor, kecuali bidang pertanian.

Hal itu diungkapkan Angota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi SE kepada Radar, Minggu (7/2/2021).

“Hasil Badan Pusat Statistik (BPS) ada penurunan perekonomian di Jawa Barat dari 5 persen menjadi minus 2,7 peren. Namun, sektor pertanian menunjukkan tren positif artinya tidak terganggu. Maka dari itu, pemerintah harus memiliki strategi bagaimana meningkatkan sektor pertanian di tengah pandemi seperti ini,” ujar dia.

Menurut dia, salah satu strategi yang harus dikembangkan oleh pemerintah daerah bagaiman optimalisasi  BUMDes yang ada di setiap desa. Kemudian membeli hasil produksi pertanian dari masyarakat.

“Kemudian pemda membuat BUMD untuk produk-produk pertanian. Sehingga terjadi proses distribusi dari produksi sampai ke tingkat pemasaran dan itu dilindungi oleh pemerintah daerah,” kata dia.

loading...

Baca juga : Sehari 30 Warga Terpapar Covid-19, Ciamis Zona Merah

Didi menginginkan Pemerintah Daerah Ciamis mulai menjajaki dibentuknya peraturan daerah tentang pengembangan ekonomi daerah. Sehingga pengembangan ekonomi di daerah bisa benar-benar fokus dan terarah.

“Upaya untuk itu, karena peraturan daerah tentang kebijakan pengembangan ekonomi daerah bisa menjadi usul inisiatip eksekutif, bisa juga menjadi usul DPRD,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, potensi pertanian di Kabupaten Ciamis cukup menjanjikan. Namun dirasa belum optimal dalam pengembangannya. Termasuk pemetaan daerah-daerah yang potensi untuk pertanian, peternakan atau bahkan perikanan belum terpetakan.

“Saya saja sekarang butuh satu ton ikan nila sangat sulit mendapatkannya di Ciamis. Akhirnya harus membeli di luar Ciamis,” ujarnya.

“Padahal sumber daya alam sangat mumpuni untuk potensi-potensi tersebut. Maka dari itu harus dilakukan pemetaan yang serius, termasuk membuat peraturan daerah supaya terpetakan dengan baik,” harapnya.

Sejauh ini, kata dia, Pemprov Jabar terus mengeluarkan program untuk generasi muda terjun pada dunia pertanian, karena peluangnya lebih besar. Karena dunia pertanian tidak akan berhenti dalam kondisi apa pun, buktinya di tengah pandemi ini tidak terdampak. “Jadi pekerjaan rumah saat ini bagimana generasi milenial bisa mulai menggeluti pertanian,” katanya, menjelaskan. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.