Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Sektor Tekstil Cuma Naik 15,08 Persen

16
0

JAKARTA – Industri tekstil dan pakaian jadi merupakan sektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi pada triwulan III tahun 2019 sebesar 15,08 persen. Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi 5,02 persen di periode yang sama.

“Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan pakaian sebagai satu dari lima sektor manufaktur yang sedang diprioritaskan pengembangannya terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian di Jakarta Rabu (6/11).

Menperin Agus menegaskan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional semakin kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi.

Hal ini didorong lantaran struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir.

“Kinerja gemilang dari industri tekstil karena sejalan dengan tingginya permintaan di pasar domestik, yang tercermin dari peningkatan produksi di sentra produksi tekstil dan pakaian jadi, khususnya wilayah Jawa Barat,” terangnya.

Direktur Jenderal lndustri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih menuturkan bahwa industri modest fashion menjadi sebuah kekuatan industri yang begitu menjanjikan.

Apalagi saat ini banyak perhelatan fashion menarik yang dapat mewadahi potensi tersebut.

“Nilai ekspor dari Januari sampai Agustus 2019 sebesar USD 8,21 miliar yang didominasi pakaian jadi, alas kaki, barang jadi dan kulit. Sebanyak 7,52% adalah pakaian jadi. Tahun 2020, ditargetkan nilai bisnis sebesar USD 327 miliar untuk fashion muslim global. Indonesia, merupakan kontributor terbesar kedua di dunia untuk busana muslim,” jelas Gati.

Agus menambahkan, pihaknya juga proaktif memacu ekspor produk TPT nasional. Sebab, selain sebagai sektor padat karya, industri TPT memiliki orientasi ekspor.

Oleh karenanya, beberapa langkah strategis dijalankan, antara lain mendorong perluasan akses pasar serta merestrukturisasi mesin dan peralatan.

“Jadi, untuk menggenjot daya saing industri TPT, banyak hal yang kami pacu. Misalnya, memudahkan ketersediaan bahan baku dan pasokan energi,” sebutnya. Selain itu, pemerintah tengah menyelesaikan aturan perlindungan (safeguard).

Aturan tersebut, akan diterapkan dengan mengenakan bea masuk pada produk tekstil yang berasal dari luar negeri.

Tujuannya untuk menjadi benteng pertahanan dari serbuan impor produk tekstil sehingga dinilai dapat melindungi industri nasional. (dim/fin/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.