Sektor usaha di Garut yang Terapkan Protokol Kesehatan Dapat Reward

70
0

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut akan memberikan penghargaan pada sektor-sektor usaha yang selama ini patuh dalam penegakan protokol kesehatan.

“Nanti kita kasih reward (penghargaan), karena mereka telah patuh melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan ketat,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan, Senin (2/11).

Menurut Rudy, untuk sektor usaha hotel dan restoran, sebenarnya sudah ada keringanan pajak bagi mereka yang telah menerapkan protokol kesehatan.

Namun, ini berlaku untuk semua hotel dan restoran. Karenanya, untuk mereka yang telah menerapkan protokol kesehatan secara baik dan ketat, akan ada tambahan berupa penghargaan dari Pemkab Garut.

“Sekarang reward kita pengurangan pajak, tapi yang bagus akan kita berikan reward lagi,” katanya.

Penghargaan ini, kata dia, bisa jadi motivasi bagi sektor usaha untuk mau terus melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan ketat. Karena, bagi sektor usaha, menerapkan protokol kesehatan pastinya sulit dan banyak yang harus dikorbankan.

Dihubungi terpisah, Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut Tanto S Rieza menyambut baik rencana Pemkab Garut untuk memberikan penghargaan kepada sektor usaha yang selama ini patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga : Pemkab Garut Waspadai Muncul Kluster Wisata, Pengelola Objek Wisata akan di-Swab Test

Tanto melihat, apa yang dilakukan Pemkab Garut bisa memberikan efek positif pada sektor wisata, yaitu bisa memberikan rasa nyaman pada wisatawan. Karena, rasa nyaman bagi wisatawan, tidak hanya dilakukan oleh operator wisata saja.

“Secara regulasi, aturan mainnya ada di Pemda, operator melaksanakan regulasi itu (protokol kesehatan), dalam hal membuat rasa nyaman wisatawan, tidak hanya dilakukan operator, harus ada support dan reward dari pemerintah,” terangnya.

Tanto melihat penghargaan yang diberikan bisa menjadi promosi bagi para operator wisata dan usaha lainnya, sebagai salah satu bentuk pelayanan yang diberikan operator wisata kepada pengunjung.

Terpisah, Luthfianisa Putri Karlina, pemilik salon bayi dan dan anak Umay & Mom mengaku selama ini telah berupaya melakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan karyawan dan pengunjungnya dari serangan Covid-19.

Putri mengaku, dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan protokol kesehatan yang ketat, banyak yang harus dikorbankan. Dari mulai jumlah pelanggan yang terpaksa harus dikurangi dalam satu hari, hingga peningkatan kualitas pelayanan.

“Yang penting sekarang kita tidak dzalim sama karyawan, yang penting minimal karyawannya dapat gaji, kalau profit kita tidak terlalu berharap, yang penting tidak rugi, yang penting karyawan selamat dulu, kan sekarang juga banyak yang tutup,” katanya. Putri sendiri berharap pemerintah mau lebih mengapresiasi para pelaku usaha yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik pada usahanya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.