Sekuriti Warga Rajapolah Tasik Nyambi Jadi Bandar Hexymer, Pelanggannya Anak SMA

3125
1

KOTA TASIK – Warga Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya berinisial TK, ditangkap Satnarkoba Polresta Tasikmalaya.

TK yang berprofesi sebagai sekuriti ini diciduk karena menjual pil hexymer, tramadol dan trihexphnridyl.

Dari tangan tersangka, Polisi menyita pil hexymer sebanyak 14.993 butir, tramadol 428 butir dan trihexphnridyl 937 butir.

TK mengaku menjual pil itu kepada 3 pelanggan tetap yang usianya rata-rata masih pelajar.

Saking sudah dekat, para pelanggan itu cukup membelinya dengan memesan kepada dia melalui pesan singkat whatsapp.

“Saya jual obat ini di sekitar Tasik saja. Cara jualnya melalui WA saja yang kenal saja antara pertemanan. Pelanggan tetap ada 3 orang pak masih usia anak sekolah,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (03/11).

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan menuturkan, TK termasuk dalam 9 pelaku penyalahgunaan Narkoba yang diringkus pihaknya selama bulan Oktober.

“Tersangka merupakan sekuriti di sebuah perusahaan swasta, yang nyambi jualan pil hexymer dan jenis lainnya dengan total sekitar 17.000 butir,” tuturnya.

Terang dia, obat jenis tersebut tidak sembarang diperjual belikan, karena harus melalui resep dokter.

Namun tersangka memperjual belikan nya dengan bebas. Bahkan, sasarannya kepada para remaja dengan harga jual Rp10.000 per 3 butir.

Dengan harga yang murah dan terjangkau oleh para remaja, obat tersebut cukup laku terjual. Sehingga para penggunanya merupakan para remaja usia sekolah.

Adapun efek dari mengkonsumsi obat tersebut cukup berbahaya, karena menjadikan pemakainya agresif dan penuh rasa andrenalin.

Obat ini ditenggarai juga bisa menyebabkan tingkat kriminalitas di kalangan remaja

“Penggunanya cenderung mengalami perubahan perilaku, seperti mudah marah, agresif, kasar, halusinasi dan lainnya,” terangnya.

Doni menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu dalam pengungkapan peredaran obat terlarang.

Sebab, Polresta Tasik berkomitmen untuk menindak tegas memerangi narkoba mulai dari bandar, pengedar, kurir dan pemakainya.

“Kami imbau masyarakat, khususnya para remaja untuk menjauh dari narkoba. Kami akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan narkoba di Kota Tasikmalaya yang Religius ini,” imbaunya.

Dia menandaskan, peredaran obat terlarang di kalangan remaja ini bisa merusak generasi bangsa.

Bila semakin banyak generasi yang rusak oleh narkoba, maka bangsa ini bisa menjadi tertinggal.

Karena pengguna narkoba mempunyai sifat yang malas, berpangku tangan pada orang lain dan sebagainya.

“Tersangka disangkakan pasal 196 dan atau 197 Undang Undang RI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 4 hingga 12 tahun penjara,” tandasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.