Selain Bahas Bahaya Sampah Plastik, Ini 4 Poin Lain Hasil Munas NU

90
0

BANJAR – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo selesai digelar. Dalam acara itu menghasilkan lima poin penting.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, poin-poin tersebut banyak menyoroti fenomena atau isu yang berkembang di Indonesia.

“Pertama dalam sistem kewarganegaraan pada suatu negara bangsa (muwathonah, citizenship) tidak dikenal istilah kafir. Setiap warga negara memiliki kedudukan dan hak yang sama di mata konstitusi,” kata Aqil Siroj saat penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU belum lama ini.

Poin kedua yakni berdasarkan konstitusi, Indonesia bukan darul ifta. Bukan negara agama. Namun sejurus dengan itu, tidak boleh ada warga negara Indonesia yang tidak beragama.

“Oleh karena hanya institusi yang diberi mandat oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang sah yang boleh mengeluarkan fatwa,” tambahnya.

Kemudian poin ketiga disinggung soal money game dengan sistem MLM (multi level marketing) yang mengandung unsur tipu muslihat (ghoror) dan syarat yang menyalahi prinsip akad dan motivasi transaksinya berupa bonus. “Bukan barang hukumnya haram,” jelasnya

Keempat, terkait permasalahan lingkungan hidup. Khususnya sampah plastik. Menurut Aqil Siroj, permasalahan itu disebabkan faktor industri dan rendahnya budaya masyarakat menyadari risiko bahaya sampah plastik.

“Oleh karena itu penanganan sampah plastik harus memasukkan elemen budaya, sehingga terbangun cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya menghindarkan diri dari bahaya sampah plastic,” terangnya.

Kelima, soal optimalisasi peran NU turut serta menyelesaikan konflik internasional dan mewujudkan perdamaian dunia dengan konsep Islam Nusantara.

“NU memiliki modal sosial dan insfrastruktur organisasi yang cukup untuk melakukan peran itu. Antara lain dengan mengoptimalkan peran 36 PCI NU di seluruh penjuru dunia sebagai International Office,” jelasnya.

Anggota panitia lokal Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 Wahyu Anam menuturkan rangkuman hasil munas akan selesai paling cepat satu bulan ke depan.

“Informasi saat ini masih terpecah-pecah sesuai pembahasan yang dibagi menjadi beberapa jadwal dan pertemuan. Untuk perangkuman secara keseluruhan belum ada karena masih proses. Paling cepat juga satu bulan, itu informasi yang saya dapat juga demikian,” kata Wahyu. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.