Selama 2017, Ungkap Tiga Kasus Besar

89
0
Yana Taryana / Rakyat Garut TERANGKAN. Kepala BNN Kabupaten Garut Drs Anas Saepudin memberikan keterangan kepada wartawan saat jumpa pers di Kantor BNN Kabupaten Garut, kemarin.

TAROGONG KIDUL – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Garut berhasil mengungkap tiga kasus peredaran narkoba dengan tersangka lima orang di wilayah Garut selama tahun 2017.
“Tahun ini BNN berhasil mengungkap tiga kasus narkotika yang melibatkan lima tersangka,”| kata Kepala BNN Kabupaten Garut Drs Anas Saepudin saat jumpa pers kinerja BNN selama 2017 di Kantor BBN Garut, Jumat (29/12).
Menurut dia, pengungkapan kasus narkotika jenis ganja itu merupakan keberhasilan kerjasama semua jajaran BNN Garut dan kepolisian dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Dari kasus itu, kata dia, telah diamankan barang bukti ganja seberat 392,47 gram, berikut para tersangkanya diproses secara hukum di Pengadilan Negeri Garut. “Dari lima tersangka itu ditahan lalu diajukan ke Pengadilan Negeri,” terangnya.
Anas mengatakan lima tersangka itu terdiri dari dua orang masing-masing satu kasus dan tiga orang merupakan jaringan dalam satu kasus. Para pelaku yang diamankan, kata dia, satu orang berstatus pekerja perusahaan swasta, dua orang tenaga kerja kontrak di salah satu sekolah di Garut, satu orang pegawai pemerintahan di luar Garut, dan satu orang tidak bekerja. “Modus yang mereka lakukan dalam peredaran narkoba ini yaitu
dititipkan kepada pengujung wisata, ada juga dengan cara pengiriman paket melalui pos,” ujarnya.
Anas menerangkan upaya mengungkap dan menyelidiki kasus narkotika harus dilakukan secara hati-hati, dan tepat, karena para pelakunya juga memiliki banyak cara untuk menjalankan aksinya itu. Contohnya, kata dia, peredaran narkoba dilakukan dengan cara tempel di suatu tempat, tanpa mengetahui siapa pelaku yang menyimpan narkoba tersebut. “Pola yang sangat sulit untuk dilacak, karena sistem tempel tidak ada yang tahu, ditempatkan di tempat tertentu,” terangnya.
Dia menambahkan minimnya pengungkapan kasus oleh BNN ini karena dalam penanganan kasus BNN hanya dibatasi dalam penganan narkotika saja, sementara psikotropika itu tidak bisa. “Pihak kepolisian kenapa banyak, karena menangani semua kasus selain narkotika dan psikotropika, juga obat-obat berbahaya,” terangnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.