Selama Covid-19, Ada 544 Ribu Warga Jawa barat Jatuh Miskin

67
0

BANDUNG – Selama masa Pandemi Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data 544,3 ribu jiwa warga Jabar jatuh miskin.

Dilansir dari radarbandung, berdasarkan data BPS, penduduk miskin Jabar per Maret 2020 menjadi 3,92 juta jiwa atau 7,88% dari total populasi di Jabar.

Jumlah itu tercatat naik 1,06% atau bertambah 544,3 ribu orang dari data September 2019 sebanyak 3,38 juta jiwa.

Menanggapi itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengaku bahwa angka statistik itu sebenarnya tidaklah mengejutkan.

“Tidak kaget (dengan penambahan angka penduduk miskin), oleh Covid-19 semuanya terdampak,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/07).

Masyarakat miskin baru itu, kata Emil, datang dari (wilayah) perbatasan. “Kan dulu (angka penduduk) miskin 25 persen, rawan (miskin) itu di 40 persen. Nah, gara-gara Covid-19, yang 4p% ini jatuh ke kelompok miskin,” ungkapnya.

Untuk mengatasinya, lanjut dia, ada sejumlah instrumen yang dianggap bisa menekan laju pertumbuhan kemiskinan, atau paling tidak, bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

Dua di antaranya, bantuan sosial dari pemerintah pusat hingga daerah dan program padat karya.

Ia mengklaim, sudah ada 50 ribu orang warga yang masuk kategori miskin dipekerjakan melalui pembangunan padat karya di desa-desa.

Selama Covid-19, dengan dana belanja pemerintah hingga Desember 2020 mereka bisa hidup menjadi karyawan atau buruh.

“Jadi itu strategi kedua yang jatuh (warga kelompok miskin baru), agar diserap untuk proyek padat karya. Minimal yang padat karya. itu salah satu yang konkrit,” tandasnya. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.