Selama Dua Tahun Mts Terpadu Bojongnangka, Piala Sudah Segudang

420
3
Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya BANGGA. H Asep Hamjah Taupik SAg (kiri belakang) dan Asep Kurnia (tengah belakang) beserta siswa peraih prestasi bidang perisai diri usai talk show di Studio Radar Tasikmalaya TV Senin (6/11).

TASIK – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Terpadu Bojongnangka Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya banyak mendulang prestasi dari ekstrakurikuler perisai diri. Padahal, ekskul perisai diri terhitung baru di madrasah yang dipimpin H Asep Hamjah Taupik SAg ini. Perisai Diri Ranting MTs Terpadu Bojongnangka berdiri tahun 2016.
Prestasi yang pernah diraih ekskul perisai diri diantaranya juara umum ketiga Walikota Cup tahun 2016/2017, juara 1 Liga Ranting se-Kota Tasikmalaya tahun 2017, juara 1 IPSI Cup 2017 tingkat Kota Tasikmalaya, juara 1, 2, 3 perorangan dan juara 3 beregu putra Banjar Cup se-Priangan Timur tahun 2017 (total 12 piala) dan juara 3 Bupati Ciamis Cup se-Pulau Jawa tahun 2017 dan prestasi lainnya.
Asep menyebutkan prestasi ini diraih karena motivasi yang besar dari siswa. “Di madrasah kami awalnya tidak ada ekskul perisai diri. Malah anak-anak yang inisiatif mendirikan ekskul perisai diri dengan rajin berlatih sehingga dapat izin pendirian ranting baru dari perisai diri Kota Tasikmalaya dan sampai saat ini peminatnya makin meningkat,” kata Asep kepada Radar, Senin (6/11).
Pembina Ekskul Perisai Diri MTs Terpadu Bojongnangka Asep Kurnia mengatakan perisai diri berdiri 23 Juli 2016. Awalnya, panitia khutbatul iftitah mengisi acara dengan menonton perisai diri dari YouTube. Kemudian, ada satu siswa yang saat sekolah dasar ikut perisai diri. Dia bersama temannya berlatih secara otodidak.
“Kita mulai kirim surat rekomendasi ke Cabang Perisai Diri Kota Tasikmalaya untuk pendirian ranting. Dan, kita dapat surat tembusan boleh mendirikan ranting baru. Walikota Cup tahun 2016 itu menjadi event pertama yang menjadi motivasi,” kenang dia.
Pada awal ikut lomba, dia mengaku tidak menargetkan juara karena baru tiga bulan berlatih. Namun, di babak pertama malah ada yang menjadi juara satu. Akhirnya, dari sembilan atlet yang dikirimkan, tujuh orang pulang membawa piala.
Kunci keberhasilan saat bertanding, jelas dia, disamping semangat dari anak-anak juga persiapan mental. Dia punya cara tersendiri dalam pembentukan mental. “Anak disuruh belanja ke supermarket hanya 500 rupiah tapi harus pakai nota. Belanja beli kopi satu tapi harus pakai nota. Kita juga pernah ajak anak makan di depan mal dengan baju compang-camping,” tuturnya.
Asep Kurnia menjelaskan urusan mental ini disiapkan sejak awal sehingga saat lomba sudah tuntas. Kalau tidak, saat lomba jurus yang mereka hafal bisa hilang karena grogi. Teknik yang hebat kalau mentalnya tidak kuat bisa hilang.
”Kami berharap lomba perisai diri ini mendapatkan perhatian dari Kemenag (Kantor Kementerian Agama, Red) dan ada di lomba tingkat madrasah seperti Aksioma. Dan, target kita ingin tampil di tingkat Jawa Barat. Semboyan Madrasah Lebih Baik dan Lebih Baik Madrasah juga memberikan motivasi bagi kami,” ujarnya.
Asep menerangkan ada pendidikan karakter di balik ekskul perisai diri. Diantaranya kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan kemandirian. Semua ini selaras dengan pendidikan karakter saat ini.
Egi Saputra, siswa kelas IX MTs Bojongnangka, mengaku dialah yang pertama kali mengajak temannya berlatih perisai diri. Berawal dari cita-cita ingin masuk pesantren dan ikut perisai diri, Egi yang sejak kelas V SD aktif di perisai diri memberanikan diri mengusulkan pendirian ranting baru.
”Pertama tujuh orang, terus makin banyak dan kita butuh pelatih. Kita ingin perisai diri Bojongnangka ini diakui di Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah dapat izin. Kita bisa terus berlatih dan ikut lomba. Dapat prestasi juga,” ujarnya.
Ekskul Lain
Asep Hamzah mengatakan semua siswa MTs Bojongnangka mondok di pesantren. Ada beberapa program unggulan yang dijalankan pesantren diantaranya ada kitab kuning, jurmiah, tahfidz Alquran dan lainnya. Sedangkan di sekolah diantaranya ekskul pidato empat bahasa (Indonesia, Sunda, Inggris dan Arab), ekskul menjahit untuk perempuan dan kesenian.
”Berbagai kegiatan yang kita sediakan ini sesuai dengan visi dan misi sekolah. Kita ingin memberikan pembinaan yang maksimal kepada siswa sehingga tidak hanya mahir dalam bidang keagamaan namun juga ilmu pengetahuan yang lainnya. Dan, ini memberikan efek positif yang luar biasa. Anak menjadi lebih bertanggung jawab dan disiplin,” ujarnya. (ais)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah, saya sebagai alumni MTs Terpadu Bojongnangka merasa bangga, semoga kedepannya Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bojongnangka lebih maju, sukses selalu, dan ada dalam lindungan Allah SWT. Amin ??

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.