Selama Empat Tahun Terakhir, Sektor IKM Tumbuh 970 Ribu Industri Baru

12
Ilustrasi

JAKARTA – Pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah (IKM) semakin signifikan, salah satunya dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serapan tenaga kerja di sektor ini meningkat, yakni dari 15,53 juta orang pada tahun 2015 menjadi 17,9 juta orang di tahun 2018 atau naik 17,4 persen.

Ini seiring dengan meningkatnya realisasi investasi di sektor tersebut. Jika di tahun 2014, nilainya baru mencapai Rp 199,1 triliun, empat tahun kemudian angkanya melesat menjadi Rp 222,3 triliun di tahun 2018.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menambahkan, dari sekian banyak sektor industri, IKM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11,68 juta orang atau sebesar 60 persen dari total pekerja industri.

Peningkatannya makin matang. Tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha IKM, lajunya makin deras yakni di tahun 2017 menjadi 4,49 juta. “Jadi setiap tahun tumbuh hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun itu,” paparnya Senin (8/7).

Gati menjelaskan, IKM menjadi sektor yang paling mendominasi dari jumlah populasi industri manufaktur di Indonesia. Pengaruh yang paling terlihat adalah IKM membuat kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah berkecamuknya perang dagang Cina dan Amerika Serikat.

“Kontribusinya hingga 99 persen dari semua unit industri. Ini menjadi alasan kami bahwa IKM merupakan sektor yang tangguh di tengah kondisi perekonomian global yang kurang stabil,” jelasnya.

Gati pun optimistis, investasi sektor industri di Tanah Air akan semakin menggeliat karena komitmen pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha yang kondusif. Misalnya, kebijakan kemudahan izin usaha serta memberikan insentif fiskal dan nonfiskal.

Diketahui, sebanyak 111 IKM telah memanfaatkan program restrukturisasi mesin dan peralatan, dengan total nilai investasi mencapai Rp 77,2 miliar dan nilai potongan (reimburse) sebesar Rp 11,78 miliar. Dari 111 IKM yang mendapatkan fasilitas peremajaan mesin dan peralatan tersebut, sekitar 34 IKM berasal dari wilayah Indonesia bagian timur.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mengatakan, para pelaku IKM nasional mampu menembus pasar ekspor di tengah era digital atau maraknya perdagangan elektronik (e-commerce), Kemenperin memfasilitasi melalui e-Smart IKM. Program yang diinisiasi sejak tahun 2017 ini sudah menjalin kerja sama dengan para pelaku e-commerce di Indonesia.

Pemerintah menargetkan 10 ribu pelaku IKM dari berbagai sektor dapat masuk ke pasar online melalui e-Smart IKM selama periode tahun 2017-2019. Mereka terdiri atas sektor industri makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, kosmetik, serta industri kreatif. (fin/tgr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.