Selama Libur, Guru di Kota Tasik Tingkatkan Kompetensi

41
0
FOKUS. Puluhan guru SD mengikuti diklat calon kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu. Sementara itu pemerintah mengimbau para guru meningkatkan kompetensinya selama libur semester ganjil.
FOKUS. Puluhan guru SD mengikuti diklat calon kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu. Sementara itu pemerintah mengimbau para guru meningkatkan kompetensinya selama libur semester ganjil.
Loading...

TASIK – Pada masa libur sekolah semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 guru diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme untuk menciptakan generasi muda yang cerdas dan kompetitif di era global. Itu sebagai faktor utama untuk peningkatan kualitas pembelajaran dari rumah.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Disdik Kota Tasikmalaya Asep Sudrajat Hardipraja SPd MAk mengatakan, guru di masa adaptasi kebiasaan baru ini, mempunyai peran strategis dalam menyiapkan proses belajar-mengajar dari rumah yang kreatif dan inovatif. Tentunya guru bisa melaksanakan peningkatan mutu pendidikan di masa pandemi Covid-19.

“Ujung tombak dari pendidikan adalah guru yang mempunyai kompetensi dalam menguasai materi pelajaran yang diampu, berikut struktur, konsep dan pola pikir keilmuannya,” katanya kepada Radar, Selasa (29/12).

Sehingga diharapkan di masa jeda pembelajaran ini guru bisa belajar kembali untuk mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif dan bisa memberi pengetahuan dengan lebih luas dan mendalam bagi siswa.

Dengan menguasai kemampuan dan keahlian khusus seperti itu, berarti guru melaksanakan tanggung jawabnya untuk melaksanakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Loading...

“Guru memegang peranan sentral di sekolah dalam mempengaruhi mutu pengetahuan siswa. Maka senantiasa berusaha meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.

Sambung Asep, guru juga harus memiliki kompetensi dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penggunaan teknologi itu sebagai proses pembelajaran dan pengembangan diri.

“Saat ini guru dihadapkan dengan pembelajaran jarak jauh sehingga harus mahir mengoptimalkan media pembelajaran daring,” katanya.

Melihat pentingnya belajar TIK, katanya, ia pun berkoordinasi dengan Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) agar selalu aktif dalam membina guru bisa melaksanakan peningkatan keahlian dalam bidang TIK.

Hasilnya ada perkembangan, awalnya guru yang gagap teknologi sekarang sudah mulai melek TIK.

“Demi keberlangsungan pembelajaran, guru diperkuat wawasan dan skill TIK-nya. Terlebih pelaksanaan pembelajaran tatap muka masih kondisional, mengingat Kota Tasikmalaya masih belum aman dari ancaman Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, guru harus melihat rambu-rambu menjelang pembelajaran tata muka. Harus menjaga kesehatan, ketika sakit jangan sampai dipaksa untuk masuk sekolah.

Kepala SMAN 10 Tasikmalaya Dr H Yonandi SSi MT menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 ia terus melakukan pengarahkan kepada guru agar bisa mengoptimalkan pendidikan karakter. Upaya ini untuk menyeim­bangkan tumbuh kembang siswa secara utuh.

“Pendidikan karakter selalu menjadi yang utama yang harus dikawal dari awal kegiatan belajar mengajar. Baik di masa pandemi Covid-19 ataupun kondisi normal,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.