Selama PSBB, Pemkot Tasik Jamin tak Ada Warga Kelaparan

389
0
Sekda Kota Tasik, H Ivan Dicksan

CIHIDEUNG – Pemerintah Kota Tasikmalaya menjamin selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat Kota Tasikmalaya tidak akan mengalami kekurangan makanan atau kelaparan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalata H Ivan Dicksan mengatakan pihaknya sudah mendata semua kepala keluarga (KK) yang terdampak dan berhak mendapat bantuan.

Baca juga : Ini 7 Pembatasan Kegiatan di Kota Tasik Saat PSBB Diberlakukan 6 Mei

”Jadi melalui Pak Wali Kota juga disampaikan bahwa bantuan sosial yang dari APBD sebanyak 17 ribu KK (kepala keluarga) itu akan segera diluncurkan,” ungkapnya kepada Radar, Senin (4/5).

Menurutnya, bantuan sosial yang akan diberikan tersebut tidak hanya dari satu pintu saja, tetapi juga dari Provinsi Jabar dan Kementerian Sosial.

”Jadi jaring pengaman sosial bisa segera diluncurkan, sehingga bisa membantu masyarakat yang memang benar-benar terdampak,” ucapnya.

Kalaupun masih ada yang belum ter-cover oleh bantuan sosial tersebut, menurut Ivan, segera mungkin dilaporkan kepada RT atau RW setempat untuk segera ditindaklanjuti. ”Supaya nantinya bisa diprogramkan oleh Dinas Sosial,“ jelasnya.

Menurut dia, untuk dapur umum, pihaknya sudah menyiapkan setelah jaring pengaman sosial berjalan dengan baik.

”Jika nantinya ada masyarakat yang masih membutuhkan bantuan makanan, maka dapur umum akan dioperasikan,” kata dia.

Penyediaan dapur umum dan berbagai logistik, kata Ivan, akan dianggarkan melalui biaya tak terduga, karena sifatnya darurat dan mendesak.

”Kita juga akan akomodir masyarakat umum yang mau membantu untuk kebutuhan logistik dapur umum atau bantuan sembako langsung. Nanti akan didata di BPBD dan Dinas Sosial,” jelasnya.

Menurut Ivan, masyarkat diminta ikut pro aktif untuk menginformasikan jika ada tetangganya yang membutuhkan bantuan.

”Segera laporkan ke Gugus Tugas. Jangan sampai ada masyarakat yang benar-benar telantar dan kelaparan,” tegasnya.

Dia mewanti-wanti agar informasi soal masyarakat telantar dan kelaparan itu harus valid dan jangan sampai mengada-ada. ”Karena hotline provinsi juga ada nanti tinggal informasikan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi topik pembicaraan warga.

”Sebenarnya yang dikhwatirkan bagi kami bukan corona nya, tapi kami khawatir kalau sampai kelaparan,” ujar tukang tambal ban Ujang Rais (58) di Perempatan Nagarawangi, Minggu (3/5).

Menurutnya, jika pemerintah membatasi pergerakan warga, maka sudah sepantasnya warga mendapatkan bantuan.

”Ibarat kita ini dikurung di kandang, ya harus diberi makan juga,” ujarnya mengibaratkan.

Sejauh ini, Ujang mengaku belum mendapatkan informasi mengenai bantuan sosial yang akan disalurkan pemerintah ke masyarakat selama PSBB.

Baca juga : Proyek Beli Sarung Rp2,7 M Dibatalkan Pemkab Tasik, Digeser Penanganan Covid-19

”Yang ada kondisi ekonomi kami sekarang morat-marit, saya saja yang biasanya dapat Rp 100.000 rata-rata per harinya, kini tidak sampai setengahnya, bahkan hari ini (kemarin, Red) saja saya baru dapat beberapa ribu,” ucapnya.

Menurut dia, kondisi tersebut sudah lama terjadi dan berlarut-larut. Ia khawatir akan semakin memburuk saat PSBB.

”Kalau selama ini yang memberi beras memang ada, itu hanya dari pihak swasta saja yang mau memberi kepada kami,” jelasnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.