Selamatkan Generasi Muda dari LGBT

13
SOSIALISASI. Ketua PPI Garut Heri Juliardi Taufik (kiri) dan Ketua IDI Garut dr Yanto usai sosialisasi bahaya LGBT Senin (5/11).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kabupaten Garut mengadakan sosialisasi bahaya lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) kepada ratusan siswa SMP dan SMA di Pendopo Garut Senin (5/11).

Ketua PPI Kabupaten Garut Heri Juliardi Taufik mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab PPI terhadap generasi muda di Kabupaten Garut.

“Ini peran kecil kami untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya LGBT ini,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu pihaknya memberikan wawasan terkait LGBT, baik dari sisi kesehatan maupun agama. “Kami hadirkan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk medisnya dan ada ustaznya juga,” terangnya.

Dengan pemberian wawasan itu, dirinya berharap perwakilan siswa yang datang bisa menularkan ke siswa lainnya, khususnya pada anggota Paskibra di sekolahnya masing-masing.

“Minimal bisa menyosialisasikan kembali bahaya LGBT di lingkungan Paskibra di setiap sekolah,” terangnya.

Dia berharap generasi muda di Kabupaten Garut bisa mengetahui dan faham terkait bahaya LGBT. “Kalau sudah faham dan mengerti pasti dihindari,” katanya.

Heri menerangkan LGBT merupakan penyakit terkait psikologi. Makanya, kata dia, peran lingkungan dan orang tua sangat diperlukan dalam menanggulangi masalah penyakit LGBT.

“Kita harus sama-sama dalam menanggulangi LGBT ini. Ketika ada teman yang sudah terlanjur masuk dalam lingkungan LGBT, jangan dimusuhi tetapi harus dirangkul dan disadarkan,” terangnya.

Heri mengimbau seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan lingkungan anak-anaknya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjerumus ke lingkungan LGBT.

“Para orang tua harus lebih peduli terhadap lingkungan anak-anaknya, jangan membiarkan begitu saja,” terangnya.

Ketua IDI Kabupaten Garut dr Yanto mengatakan LGBT bukan merupakan penyakit medis, tetapi merupkan disorientasi seks atau perilaku seks menyimpang.

“Ini masalahnya kejiwaan, jadi yang harus diobati terkait masalah LGBT ini mengeni kejiwaannya, bukan badannya,” paparnya.

Adapun penyakit yang diakibatkan oleh LGBT, kata dia, beragam. Hal itu karena akibat perilaku seks yang tidak pada tempatnya.

“Sesuatu yang dilakukan bukan pada tempatnya itu bisa menjadi masalah, seperti LGBT ini,” terangnya.

Untuk menanggulangi masalah ini, tambah dia, yang terpenting yakni kembali ke peran keluarga dan orang tua di rumah. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.