Selesai Isolasi Covid-19, 39 Pemudik Warga Pangandaran Terima Sertifikat

210
0
ISTIMEWA MENYERAHKAN. Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata secara simbolis melepaskan pemudik yang sudah menjalani 14 hari mengikuti isolasi khusus dan menyerahkan sertifikat sehat di SD Negeri 1 Emplak, Kecamatan Kalipucang, Rabu (13/5).
ISTIMEWA MENYERAHKAN. Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata secara simbolis melepaskan pemudik yang sudah menjalani 14 hari mengikuti isolasi khusus dan menyerahkan sertifikat sehat di SD Negeri 1 Emplak, Kecamatan Kalipucang, Rabu (13/5).

PANGANDARAN – Sebanyak 39 pemudik sudah dinyatakan selesai menjalani isolasi khusus di tempat yang disediakan Pemkab Pangandaran. Mereka diberikan sertifikat bahwa sudah selesai menjalani isolasi khusus selama 14 hari dan dinyatakan sehat.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, sejak pemberlakuan kebijakan isolasi khusus pada Kamis (30/4) sampai Rabu (13/5) sebanyak 39 pemudik boleh kembali kepada keluarganya, karena sudah dinyatakan selesai isolasi dan sehat.

“Secara simbolis (di SD Negeri 1 Emplak, Kecamatan Kalipucang, Red) saya melepas puluhan warga yang selesai menjalani isolasi khusus selama 14 hari dan boleh pulang ke rumahnya,” katanya kepada wartawan, Rabu (13/5).

Setelah selesai isolasi, kata dia, para pemudik yang merupakan warga asli Kabupaten Pangandaran diperbolehkan untuk melepas gelang yang awalnya sebagai tanda melakukan isolasi. Kemudian diberikan bukti sertifikat telah menjalani isolasi khusus serta dalam kondisi sehat tidak terpapar Covid-19.

“Saya sampaikan terima kasih kepada para pemudik yang telah mematuhi aturan pemerintah daerah dalam menjalani isolasi khusus, karena semuanya untuk kebaikan kita bersama dan menghindari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga : Voucher Sembako Tahap 2 di Pangandaran Dibagikan Sebelum Lebaran

Awalnya, kata Jeje, banyak pertimbangan dan berpikir dengan matang dalam menerapkan kebijakan isolasi khusus bagi para pemudik. Karena dirinya tidak ingin menjadi pemimpin yang zalim, tapi semuanya dilakukan untuk kebaikan bersama. Diakui memang suasana dan kondisi tempat isolasi khusus tidak senyaman di rumah sendiri.

“Hal tersebut wajar ketika banyak yang protes dan mengeluh terkait situasi ini, baik langsung maupun di media sosial.  Karena kemampuan kita hanya sebatas memberikan kasur lantai, uang subsidi makan dan tenaga kesehatan,” katanya.

Selain itu, Jeje pun menyampaikan Kabupaten Pangandaran dengan kebijakan pengkarantinaan bagi pemudik ini dapat menekan penyebaran Covid-19. Terbukti masih zona hijau pascasatu pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

“Hal ini bentuk kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena yang didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 drg Yani Achmad Marzuki menyebutkan, kebijakan pemerintah tentang isolasi khusus selama 14 hari yang sudah berjumlah 926 orang pemudik se-Kabupaten Pangandaran cukup efektif dalam menekan penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Tak Pake Masker, Warga Pangandaran Disanksi Tegas

Kemudian, kata dia, dengan isolasi khusus ini cukup menekan datangnya para pemudik dari berbagai daerah. Karena kalau mereka tetap mudik akan dikarantina di bangunan sekolah.

“Termasuk para pemudik ketika pulang ke Pangandaran saat lebaran risiko akan diisolasi di sekolah untuk menjalani karantina khusus selama 14 hari,” ujarnya.

Terpisah, Camat Langkaplancar Deni Ramdani menjelaskan bagi pemudik bentuk mengikuti anjuran dari pemerintah untuk melakukan karantina. Maka setiap warga yang mudik sesuai dengan prosedur tetap (protap) melakukan karantina selama 14 hari.

“Alhamdulillah yang sudah keluar isolasi khusus hari ini tujuh orang dengan keadaan sehat,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.