Selesaikan Melalui Jalur Hukum

162
0
H Achdiat Siswandi

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya Drs H Achdiat Siswandi MP mengaku tidak sependapat dengan penggembokan SDN Mekarwangi Kelurahan Leuwiliang Kecamatan Kawalu pada Selasa (2/1). Karena aksi tersebut jelas menganggu kegiatan belajar mengajar siswa.
Achdiat menjelaskan, seharusnya pihak yang mengatasnamakan ahli waris bersikap lebih dewasa dengan pertimbangan yang matang. Karena jelas jika dilakukan penggembokan akan ada korban, dan yang menjadi korbannya adalah siswa.
Memang pembangunan sekolah tersebut berdasarkan swadaya masyarakat dengan menggunakan tanah hibah. Yang kemudian pihak ahli waris melakukan gugatan bahwa di sekolah tersebut ada haknya. ”Tapi bisa saja ada adminitrasi yang belum selesai (sehingga ahli waris melakukan hal penggembokan, Red), meskipun begitu tetap jangan menggagung proses belajar mengajar, selama itu belum dibuktikan berati itu merusak fasilitas negara,” ujarnya kepada Radar saat ditemui di acara Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-72 di Lapangan Brigif Raider 13 Galuh, Rabu (3/1).
Menyikapi hal tersebut, pihaknya langsung tanggap dengan mengumpulkan aparat setempat guna mengetahui kondisi sebenarnnya seperti apa. Jika memang masih ada sengketa bisa diselesaikan melalui jalur hukum tidak dengan cara seperti ini.
” Kalau memang harus bayar, sesuai keputusan pengadilan saja, tapi pesan saya jangan mengganggu proses belajar mengajar anak, karena anak punya hak untuk belajar,” ungkapnya.
Menurutnya, sejauh ini sekolah yang bersengketa tidak hanya terjadi sekarang. Melainkan ada beberapa sekolah yang kasusnya juga sama di mana status tanahnya masih sengketa. Walaupun demikian tidak lantas main hakim sendiri dan menutup sekolah. Oleh karena itu, pemerintah harus segara membuat sertifikat tanah sekolah yang di anggap rawan gugatan. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.