Seluruh Jalur Siap Dilalui Pemudik

122
0
PANTAU. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna bersama pejabat utama Polres Garut memantau jalur di perbatasan Garut-Bandung Kamis (23/5). Kapolres memastikan jalur siap dilewati pemudik. Yana Taryana / Rakyat Garut

KADUNGORA – Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna memastikan seluruh jalur utama maupun alternatif siap dilalui pemudik.

“Memang sebagian masih ada perbaikan, tapi secara keseluruhan kondisi jalan baik dan sudah siap dilalui pemudik,” ujar kapolres usai memantau jalur di wilayah Kecamatan Kadungora Kamis (23/5).

Saat ini pihaknya terus melakukan uji coba jalur untuk memastikan jalur mudik di wilayah hukumnya aman dilalui kendaraan pemudik. “Sekarang kita baru uji coba untuk jalur di wilayah Leles dan Kadungora. Selanjutnya di wilayah lainnya,” katanya.

Dari hasil pengecekan, kata dia, sejumlah jalur alternatif juga sudah siap digunakan. Seperti Jalan Lingkar Leles dan Jalan KH Anwar Musaddad. Jalan Lingkar Leles akan jadi pengurai kemacetan di wilayah Kadungora dan Leles. “Walau belum 100 persen diaspal, tapi Lingkar Leles ini bisa dijadikan alternatif untuk urai kemacetan di Kadungora dan Leles,” ucapnya.

Budi menerangkan penggunaan jalur Lingkar Leles dipastikan akan dilakukan mengingat musim mudik tahun ini ada wacana pemisahan arus kendaraan dari Jalan Cagak, Nagreg. Jika rencana itu dilaksanakan, diprediksi arus kendaraan dari arah Bandung menuju Kadungora akan semakin banyak. “Pemisahan jalan untuk mobil pribadi dan umum ini masih wacana. Nanti lihat perkembangan di lapangan,” katanya.

Untuk jalur alternatif dari Bandung ke Garut via Cijapati dan Kamojang, Budi hanya menyarankan untuk dilalui kendaraan kecil dan sehat. Menurutnya, kedua jalur alternatif itu cukup ekstrem. Tak disarankan mobil besar menggunakan jalan tersebut. Walau bisa mempersingkat waktu menuju Garut atau sebaliknya.

“Mobilnya harus fit dan tahun muda, tahun 2000 ke atas lah untuk lewat jalan itu (Cijapati dan Kamojang). Jalannya memang bagus, tapi fasilitas lain seperti penerangan masih kurang. Nanti akan koordinasi dengan Polres Bandung untuk jalur tersebut,” ujarnya.

Budi menerangkan selain pengecekan jalur, menjelang musim mudik ini pihaknya juga tengah mempertimbangkan aturan pembatasan truk. Pasalnya truk sering jadi penghambat arus lalu lintas.

“Kami lihat hari libur biasa saja selalu macet, salah satunya akibat truk besar ini. Kemungkinan akan distop dulu atau diatur. Nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Budi menambahkan untuk pengamanan selama arus mudik dan balik Lebaran, Polres Garut dibantu Dishub dan TNI akan menurunkan 1.000 personel. Titik rawan kejahatan dan kecelakaan pun akan mendapat penjagaan. “Titik krusial seperti di Tarogong dan kawasan perbatasan akan dijaga. Kami juga lakukan patroli untuk meminimalisir aksi kejahatan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Suherman mengatakan menjelang musim mudik pihaknya juga terus melakukan penambahan serta perbaikan rambu lalu lintas serta penerangan jalan umum (PJU) di jalur mudik. “H-7 semuanya dipastikan sudah rampung dikerjakan,” terangnya.

Menurut dia, perbaikan serta penambahan rambu lalu lintas dan PJU sudah dikerjakan secara bertahap sejak hari pertama Ramadan. “Pengerjaan sesuai dengan domainnya. Kalau di jalan pusat, ya sama pemerintah pusat, provinsi sama pemerintah provinsi. Untuk kabupaten, sekarang sedang masih dikerjakan,” ujarnya.

Suherman menambahkan titik-titik yang sudah dilakukan penambahan serta perbaikan PJU dan rambu lalin antara lain di Jalan Nagreg, Jalan Bandung-Garut dan Jalan Cijapati-Kadungora. Saat ini petugasnya tengah melakukan penambahan dan perbaikan di Jalan Otista, Jalan Sudirman dan Jalan Raya Wanaraja-Cibatu. “Selama arus mudik nanti, kami dari Dishub akan on time dan standby di lapangan bersama aparat TNI dan polisi serta Pemkab,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.