Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

Sempat Kabur dari Rumah Kontrakan, Warga Asing Ditangkap di Sawah

42
0
DIAMANKAN. Dua WNA asal Nigeria (pakai masker) yang ditangkap Kantor Imigrasi Tasikmalaya, Selasa (13/8). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TASIK – Kantor Imigrasi Tasikmalaya kembali menangkap Warga Negara Asing (WNA). Kali ini, dua orang WNA asal Nigeria, Michael Chidi (34) dan Simeon (30) diamankan. Tetapi satu orang WNA berhasil kabur saat penangkapan dilakukan.

Hal itu bermula ketika petugas Kantor Imigrasi mendapat informasi terkait keberadaan orang asing di Bencing Kelurahan Sukajaya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya pada Rabu 7 Agustus sekitar pukul 19.30, petugas kemudian mendatangi kontrakan tersebut.

Ketika petugas tiba di kontrakan, pintu dibukakan oleh seorang perempuan berinisial EY. Dia adalah istri dari Michael Chidi. Petugas pun langsung meminta untuk memanggil WNA yang tinggal di kontrakan itu.

Beberapa saat setelah EY kembali ke dalam rumah, petugas mendengar ada kaca yang pecah. Ternyata tiga orang warga kulit hitam melompat dari jendela belakang dan berusaha kabur.

Tak mau kehilangan jejak, petugas meminta bantuan warga untuk melakukan pengejaran ke areal pesawahan. Dalam waktu sekitar 30 menit, Michael Chidi dan Simeon berhasil diamankan. Sedangkan satu WNA lainnya bernama Stanley berhasil kabur.

Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Tasikmalaya Agustinus Wahyudi Indaryono menjelaskan Michael Chidi sudah melebihi batas izin tinggal. Karena batas terakhir izin tinggalnya yakni awal Februari 2019 lalu. “Dia pakai visa bisnis, tapi sudah overstay,” tuturnya.

Sementara Simeon, kata Agustinus, tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasiannya dengan alasan dipegang pihak sponsor. “Tapi secara psikologis, mereka berusaha kabur saat ditangkap karena sadar telah melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Terkait satu WNA yang berhasil kabur, petugas sudah berkoordinasi dengan Tim Pora (Pengawas Orang Asing) di tingkat kecamatan. Biasanya, imigran yang melanggar akan kabur ke tempat yang cukup jauh. “Kami sudah upayakan mencari, tapi kemungkinan sudah keluar Tasikmalaya,” ujarnya.

Michael Chidi mengaku pertama kali datang ke Indonesia tahun 2014, dia menjalankan bisnis pakaian di Jakarta. Tahun 2018 kakaknya meninggal, dan uang tabungannya habis digunakan untuk memulangkan jenazah ke Nigeria yang tarifnya mencapai puluhan juta. “Uang saya habis, tidak bisa urus surat-surat lagi,” tutur Michael yang sudah bisa berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia itu.

Istri Michael, EY dia kenal di Jakarta dan dinikahi pada tahun 2015 lalu. EY merupakan warga Jakarta yang pernah tinggal di Tasikmalaya. Keberadaannya di Tasikmalaya karena butuh ketenangan akibat usahanya yang drop pasca kakaknya meninggal. “Istri saya pinjam uang ke saudara-saudaranya untuk sehari-hari, sebab usaha saya masih jalan lagi,” ujarnya.

Disinggung soal temannya yang kabur, Michael memanggilnya dengan nama Stanley. Dia tidak begitu mengenalnya, karena Stanley lebih dekat dengan Simeon. “Simeon saya yang ajak, untuk bantu bisnis saya,” terangnya.

Sampai kemarin, tercatat sudah 15 WNA bermasalah yang ditangani Kantor Imigrasi Tasikmalaya. Di tambah dengan Stanley yang berhasil kabur total menjadi 16 orang.

Sebelumnya Kantor Imigrasi juga mengamankan dua WNA asal Taiwan di kawasan Karangresik. Mereka adalah Hsiao Chun-Kai(37), Cheng Cheng – Yuan (22) dan Chiu Chun-Hui (49). Mereka diamankan oleh petugas di kawasan objek wisata Karangresik pada hari Selasa 30 Juli 2019. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.