Sempat Keluhkan Mati Rasa & Penciuman, Pedagang Ayam di Purbaratu Meninggal

132
0
radartasikmalaya
Unit Identifikasi Reskrim Polresta Tasik saat mendatangi kamar kontrakan temu mayat di Purbaratu, Senin (04/01) sore. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Warga Kampung Gunung Salikur Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan ditemukannya seorang penghuni kontrakan yang meninggal di dalam kontrakannya, Senin (04/01) sore.

Penghuni kontrakan bernama Endang suherman (58), ditemukan warga telah meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB oleh warga yang curiga lantaran korban tidak kunjung keluar dari kontrakan.

Salah seorang warga, Aah Komariah (51) mengatakan, korban semalam sempat mengeluhkan sakit dada ke warga.

Korban juga bercerita bahwa badannya sakit dan mati rasa serta hidungnya tidak bisa mencium bau-bauan.

“Saya kan panggilnya Abah. Abah itu sebelumnya ke Bekasi selama tiga hari pada 25 Desember dan pulang 27 Desember 2020). Setelah itu dia sempat mengeluhkan sakit kepada warga. Saya suruh ke rumah sakit untuk diperiksa tapi gak mau takut di suntik mati,” ujar Aah kepada wartawan, Senin malam.

Terang dia, korban yang sehari-hari berjualan ayam goreng (chicken) tersebut sempat berjualan seusai pulang dari Bekasi.

Namun, sakit pada Rabu (30/12) lalu, hingga akhirnya ditemukan meninggal.

“Waktu dagang juga korban ini sudah sakit. Bahkan ke pembeli dan saya juga sempat bilang jangan dekat-dekat ke korban, takutnya Corona dan akan isolasi mandiri kata Endang ke saya,” terang Aah.

Sementara itu, orang yang dipercaya pemilik kontrakan untuk mengurus kontrakan, Nendah mengatakan, korban sekitar 2 bulan mengontrak sendirian.

“Korban ke Bekasi katanya mau nengok anaknya. Di Bekasi selama tiga hari dan pulang mengeluhkan sakit,” tambahnya.

Kapolsek Cibeureum, Polresta Tasik, AKP Suyitno menuturkan, dari keterangan warga memang benar korban ini sempat mengeluhkan sakit setelah pulang dari Bekasi.

“Jadi korban itu sakit gejalanya seperti Covid-19. Saat ini kami menunggu tim satgas untuk pemulasaraannya langsung di TKP,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya langsung pasang garis polisi agar warga tidak mendekat. “Tadi sudah ada tim medis dan dipastikan korban sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi telentang,” tambahnya.

Suyitno pun meminta agar warga yang sempat kontak dengan korban untuk tidak berinteraksi dengan yang lain sebagai langgah pencegahan.

“Saya harap tim satgas melalukan tracing untuk mencegah adanya penularaan karena korban mengalami sakit dengan gejala mirip warga,” harapnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.