Menteri Kelautan dan Perikanan Dr (Hc) Hj Susi Pudjiastuti Kuliah Umum di Unsil

Sempat Stop Moderator, Sarankan Bentuk Fakultas Kemaritiman

2

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Menteri Kelautan dan Perikanan Dr (Hc) Hj Susi Pudjiastuti mengisi kuliah umum untuk para mahasiswa Universitas Siliwangi, Kamis (23/8). Dia mengajak mahasiswa untuk memahami tentang kemaritiman supaya bisa mempertahankan dan mengembangkan setiap potensinya.

Laporan: Rangga Jatnika
Jalan Siliwangi

Sekitar pukul 09.30 Susi datang bersama rombongannya dan memasuki Gedung Mandala Unsil. Di situ ribuan mahasiswa sudah menunggunya. Dia duduk di kursi paling depan bersama para pejabat daerah serta petinggi Unsil. Kedatangan Susi menjadi pertanda kuliah umum dimulai.

Pada saat menaiki mimbar, moderator sempat membacakan curriculum vitae menteri perempuan asal Pangandaran itu. Karena dinilai lama, dia pun meminta untuk berhenti karena informasi tersebut bukan inti dari kegiatan. “Bisa dicari di Google itu,” ungkapnya kepada moderator.

Susi memulai kuliah umumnya dengan membahas kondisi laut Indonesia. Luas laut nusantara lebih mendominasi dibandingkan dengan daratan. Sekitar 70% wilayah di Indonesia merupakan lautan. Selebihnya adalah kepulauan atau daratan.

Anehnya, sejak Indonesia merdeka sampai beberapa tahun yang lalu, doktrin pertanian sangat melekat di masyarakat. Padahal luas lautan yang mendominasi menunjukkan bahwa potensi di laut lebih besar untuk menopang perekonomian.

Menurut Susi, banyak masyarakat dan pejabat negara tidak memahami potensi yang bisa diberdayakan di laut. Hal ini dimanfaatkan oleh kapal-kapal asing yang datang menangkap ikan di Nusantara.

Maka dari itu semenjak diangkat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, dia berkomitmen untuk menjaga sumber daya yang ada di laut.

Salah satunya dengan memaksimalkan pasal 69 UU Perikanan yang memperbolehkan petugas menenggelamkan dan membakar kapal ikan asing. Sejauh ini sudah 363 kapal ikan asing yang sudah ditenggelamkan.

“Tidak ada cara lain yang lebih tepat kecuali ditenggelamkan,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dari peserta.

Disebutkan bahwa ikan yang diambil oleh pelaut asing di wilayah Indonesia tidak main-main. Hal itu dibuktikan dengan stok ikan yang naik pasca penenggelaman kapal-kapal asing. “Dari 6,5 juta ton, 12,5 juta ton di awal 2017,” katanya.

Ditegaskannya bahwa untuk mempertahankan sumber daya yang ada di laut masyarakat harus memahami tentang laut. Dia pun mengusulkan Unsil untuk membentuk Fakultas Kemaritiman supaya bisa mencetak lulusan-lulusan yang bisa memberdayakan potensi laut.

Usai memberikan kuliah umum Susi menerima cendera mata dari Plh Rektor Unsil Dr H Iis Marwan MPd. Saat dia berjalan keluar Gedung, para mahasiswa berebut salaman dan foto bersama sampai akhirnya tim pengamanan mengawal dia ke luar. Namun demikian, Susi hanya diam saja saat diwawancarai dari wartawan. Dia berjalan terus sampai meninggalkan lokasi.

Pembantu Rektor III Unsil Dr Ade Komarudin SE MSc mengatakan usulan dari Susi agar Unsil membuka Fakultas Kemaritiman cukup rasional. Hal ini akan masuk dalam rencananya ke depan dalam pengembangan di Unsil.

“Kalau pun tidak membuka fakultas baru, bisa jadi kita masukkan di mata kuliah konsentrasi,” ujarnya. (*)

loading...