Jasadnya Tersangkut Bebatuan di Ciwulan

Sempat Tak Pulang, Wati Ditemukan Meninggal

1558
DIIDENTIFIKASI. Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya mengidentifikasi jasad Wati Trisnawati di kamar Mayat RSUD dr Sukardejo Kota Tasikmalaya Minggu (10 (1)Ujang Nandar/ Radar Tasikmalaya

TASIK – Warga di Kampung Sukajaya Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya geger dengan ditemukannya jasad seorang perempuan tanpa busana di Sungai Ciwulan, Minggu (10/2).

Penemuan mayat tersebut diketahui sekitar pukul 09.00, ketika seorang warga melihat mayat dalam kondisi telungkup dan terjepit di bebatuan Sungai Ciwulan.

Sontak hal ini, membuat warga tersebut kaget dan langsung melaporkan temuannya kepada warga lainnya. Yang langsung berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Diketahui jasad tersebut bernama Wati Trisnawati (43), warga Jalan Gudang Jero II Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.

KBO Reskrim Polres Tasikmalaya IPTU Wahyu Hidayat SH mengatakan jasad ditemukan oleh warga sekitar pukul 09.00, saat berjalan dekat Sungai Ciwulan. “Saksi (warga,Red) ini karena takut langsung memberi tahu warga lain, selanjutnya melapor kepada pihak kepolisian,” ujarnya saat ditemui di kamar mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Minggu (10/2).

Menurut Wahyu, ketika ditemukan kondisi jasad Wati mengalami luka robek di bagian dahi, memar pada mata sebelah kanan, bahu kanan terkilir serta luka gores di kedua tangannya. “Kemungkinan akibat benturan batu saat korban hanya ke sungai. Namun penyebab pastinya masih kita dalami,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku belum bisa memastikan apakah jasad Wati tersebut korban pembunuhan atau kecelakaan. Hanya saja bagian wajah mayat terdapat luka. “Luka itu banyak kemungkinan, seperti kecelakaan atau yang lainnya. Dan untuk lebih jelasnya kami lakukan penyelidikan,” tandasnya.

Sementara itu, saat Radar berkunjung ke alamat yang tercantum di identitas korban di Jalan Gudang Jero II Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.

Kakak ipar Wati, Titin (37) mengatakan Wati Trisnawati tinggal di wilayah Bojong, Gunung Meri, Cipedes. Sedangkan alamat yang tercantum di identitas Wati merupakan tempat tinggalnya. ”Jadi Wati membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk, Red) menggunakan alamat rumah saya, kalau tinggalnya di Bojong,” ujar Titin kepada Radar di rumahnya kemarin.

Menurutnya, Wati telah meninggalkan rumahnya di Bojong sekitar pukul 10.00 pada Sabtu (9/2). Namun pihaknya tidak mengetahui

Wati pergi ke mana. “Karena memang dalam seminggu ini pikiran Wati tidak menentu,” katanya.

Bahkan sebelum berangkat meninggalkan rumah, kata Titin, Wati sempat akan membawa anaknya yang masih berumur 17 bulan. “Tapi ke buru dibawa oleh kakaknya Wati. Yang tidak mengizinkan Wati membawa anaknya,” ungkap Titin.

Dia menceritakan dalam seminggu ini, Wati sering marah dan melamun. “Wati terkesan seperti depresi, namun saya tidak tahu penyebab depresinya apa. Sehari-harinya adik saya ini (Wati, Red) berjualan rencang (laku pauk, Red) di sekitar Gudang Jero,” tutu dia. (ujg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.