Semua Calon Bupati & Wakilnya Setujui Pemekaran Tasik Selatan

220
0

TASIK – Sudah delapan tahun lamanya pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Tasikmalaya Selatan (Tasela) direncanakan sejak 2012. Namun hingga saat ini belum menemukan titik terang, pemerintah daerah sendiri terkesan lamban menyikapi usulan dari masyarakat di pesisir Pantai Selatan tersebut.

Radar pun mencoba meminta pandangan terkait pemekaran DOB Tasela kepada empat calon yang maju di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020. Apa yang akan mereka lakukan terkait pemekaran tersebut, ketika diberi amanah memimpin Kota Seribu Pesantren?.

Calon Bupati Tasikmalaya nomor urut satu, H Azies Rismaya Mahpud me­ngaku sangat mendukung adanya DOB Tasela. Apalagi, rencana pe­me­­karan tersebut sudah sangat lama direncanakan pemerintah daerah.

“DOB Tasela ini muncul karena keinginan dari masyarakat Tasik Selatan, yang merasa diperlakukan tidak berkeadilan dalam segi pe­merataan pembangunan seperti contoh infrastruktur jalan,” ungkap Azies kepada Radar, Selasa (10/11).

Sehingga, kata Azies, wajar apabila masyarakat di Tasela berharap peme­karan. Tetapi persoalan­nya yakni dari sisi kebutuhan anggaran untuk dilaksana­kannya DOB.

“Ma­salahnya sekarang bukan layak atau tidaknya wilayah selatan, timur, utara dan barat dimekarkan. Akan tetapi harus melihat terlebih dahulu kajian wilayah dan SDM,” tuturnya.

Azies menilai sudah selayaknya Tasela dilakukan pemekaran, agar lebih mendekatkan pusat pemerintahan yang berimbas semakin terlayani pelayanan publik.

”Artinya ketika masyarakat Tasela betul-betul ingin ada pemekaran, maka apabila kami dipercaya (Azies-Haris, Red) tentunya akan menjadi suatu upaya dan pembahasan serius,” tuturnya.

Calon Wakil Bupati Tasikmalaya nomor urut dua, H Cecep Nurul Yakin mengatakan pemekaran DOB di Kabupaten Tasikmalaya salah satunya Tasela sangat penting direalisasikan. Supaya lebih mendekatkan pelayanan pemerintahan terhadap masyarakat.

“Wilayah Kabupaten Tasikmalaya sangat luas sekali ada 351 desa dan 39 kecamatan. Kita bayangkan saja masyarakat dari Pameutingan Cipatujah ketika ke pusat pemerintahan di Singaparna butuh waktu perjalanan lima jam,” ungkap dia.

Artinya, kata Cecep, perlu adanya dorongan dari pimpinan daerah siapapun ke depannya yang terpilih, khususnya bagi pasangan Ade-Cecep. “Kami dari sejak awal berkomitmen mendorong Tasela menjadi DOB,” kata dia.

Apalagi, kata Cecep, dirinya saat menjabat anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012 lalu menjadi Ketua Pansus Penetapan Kabupaten Tasikmalaya menjadi pemekaran DOB.

“Jadi untuk kami, ini bukan hanya wacana, tetapi pelaku di dalamnya dalam memperjuangkan DOB Tasela ini,” jelas dia.

Sehingga terkait pemekaran DOB Tasela ini, bukan masalah layak atau tidaknya wilayah selatan, utara, timur dan barat untuk dimekarkan. Tetapi yang saat ini sudah bergulir prosesnya adalah pemekaran DOB Tasela di pusat.

“Termasuk keputusan politik DPRD sudah keluar terkait pemekaran DOB Tasela ini, saat saya menjadi pimpinan (DPRD) ada keputusan bersama dengan Bupati Tasikmalaya ( Ade Sugianto). Jadi Pak Ade dan saya, pelaku yang sudah menandatangani DOB Tasela ini,” papar dia.

Dia pun menegaskan jika pemekaran DOB Tasela ini, bukan sekadar wacana tetapi sudah ada upaya nyata sejak tahun 2012 sampai tahun 2020 “Sudah delapan tahun, saya menyuarakan pemekaran Tasela,” tandas pria kelahiran asli Tasik Selatan itu.

“Jadi bukan bagi-bagi kekuasaan, tetapi saya asli Tasikmalaya Selatan me­ras­­a­kan langsung bukan kata orang, bagaimana masyarakat Tasela yang ingin ke pusat pemerintahan di Singa­parna cukup jauh,” tambah dia.

Calon Bupati Tasikmalaya nomor urut tiga, Cep Zamzam Dzulfikar Nur mengatakan pemekaran Tasela di Kabupaten Tasikmalaya sangat penting dilaksanakan. Selama itu untuk meningkatkan akselerasi percepatan pelayanan publik.

“Saya rasa demi kemajuan bersama, pemekaran DOB khususnya Tasik Selatan tidak ada salahnya dilaksanakan, apalagi semua persyaratannya sudah diserahkan kepada pemerintah pusat, tinggal kita dorong,” ungkap dia.

Menurut dia, pemekaran DOB Tasela sendiri memang sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat yang memutuskan, namun pemerintah daerah yang mendorong dan mengusulkannya.
“Ketika nanti ditakdirkan menjadi bupati, saya akan berupaya mendorong dengan semaksimal mungkin. Melakukan jemput bola dan memperkuat komunikasi politik atau secara pemerintahan ke pemerintah pusat baik lewat eksekutif maupun legislatif,” paparnya.

Cep Zamzam menambahkan pemekaran Tasik Selatan sangat perlu dilakukan, karena dari sisi pembangunan infrastruktur khususnya jalan sangat tertinggal alias jomplang tidak merata dengan pembangunan di wilayah lain.

“Ini karena adanya penyimpangan dari program yang tidak dilakukan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) saat ini. Bahkan dalam program kita pemekaran DOB Tasela ini sudah program prioritas,” tambah pengelola ponpes Nurul Wafa itu.

Calon Bupati Tasikmalaya nomor urut empat, Dr H Iwan Saputra menga­ta­kan pemekaran DOB Tasela masuk dalam misinya. Yakni salah satu programnya mendorong DOB Ta­sela dalam rangka percepatan dan akselerasi pelayanan terhadap publik.

“Apalagi kami sudah lama mengikuti dan mendorong perkembangan DOB Tasela, langsung terlibat mengusulkan dan mendorong bersama presidium Tasela termasuk melakukan kajian,” ungkap Iwan yang merupakan mantan Kepala Bappeda di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Untuk itu, apabila terpilih menjadi bupati, Iwan menegaskan akan berupaya maksimal dalam merealisasikan cita-cita masyarakat Tasikmalaya Selatan.

”Maka kami (Iwan-Iip, Red) memasukan DOB Tasela sebagai bagian misi program kerja yang akan dilakukan. Agar terjadi percepatan akselerasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik termasuk pemerataan pembangunan di wilayah Tasela,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.