Semua Fasilitas Olahraga di Dadaha Kota Tasik Ditutup, Uang Sewa Hangus

228
0
STERILKAN. Kepala UPTD Pengelola Kompleks Dadaha Gumilang Herdis Kiswa didampingi stafnya menyemprotkan cairan desinfektan di GOR Sukapura, Senin (23/3). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Fasilitas kesenian dan olahraga di Kompleks Dadaha saat ini sudah ditutup oleh pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun tidak ada ganti rugi untuk warga yang sudah membayar retribusi sewa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelola Kompleks Dadaha Gumilang Herdis Kiswa mengatakan bahwa penutupan itu prinsipnya dilakukan sejak diberlakukannya kebijakan social distancing untuk mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19).

Baca juga : Penyebar Foto Hoax Pasien Positif Corona di Kota Tasik Minta Maaf

Meskipun, kata dia, beberapa hari sebelum masih ada warga yang tetap berolahraga termasuk di dalam GOR. “Makanya kita sekarang sudah kunci dan pasang pengumuman penutupan,” ungkapnya kepada Radar, Senin (23/3).

Bukan hanya di GOR, seluruh fasilitas olahraga di Kompleks Dadaha sementara ini ditutup. Petugas keamanan disiagakan untuk menghimbau warga yang masih tetap keukeuh.

“Khususnya yang di luar ruangan seperti lapang basket, beberapa kali masih ada yang berolahraga di situ,” tuturnya.

Pemanfaatan fasilitas olahraga di Kompleks Dadaha menerapkan sistem sewa untuk retribusi. Sebagian masyarakat sudah melakukan pembayaran penuh untuk satu tahun sehingga sudah memiliki menggunakan sarana tersebut jadwal per minggunya.

Dengan penutupan ini, kata Gilang, pihaknya tidak mengeluarkan ganti rugi untuk pengguna. Karena pada prinsipnya mereka membayar retribusi untuk satu tahun baik digunakan atau pun tidak.

“Kami sudah komunikasikan juga dengan pihak-pihak terkait (penyewa, Red) dan mereka mengerti kondisinya saat ini,” katanya.

Beda halnya dengan penggunaan sarana insidental untuk kegiatan yang notabene baru sekadar pengajuan saja. Ketika kegiatan dibatalkan, maka tidak ada pembayaran sewa retribusi. “Karena kegiatan yang rencananya April juga sudah dibatalkan,” ujarnya.

UPTD Dadaha, kemarin melakukan penyemprotan desinfektan di ruang kerja, GOR Sukapura dan GOR Susi Susanti. Hal itu sebagai antisipasi adanya warga terkontaminasi yang sebelumnya pernah masuk. “Lebih pada antisipasi, karena kita tidak tahu siapa orang yang bawa virus itu,” katanya.

Di Dadaha terdapat sekitar tiga wifi corner yang kerap dijadikan para remaja nongkrong. UPTD sudah berkoordinasi dengan pihak Telkom serta mematikan aliran listrik ke tiga tempat nongkrong itu.

“Lampunya juga kita cabut, supaya tidak digunakan nongkrong untuk sementara khususnya pada malam hari,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.