Dortmund vs Munchen

Sengitnya Laga Der Klassiker

4

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

DORTMUND – Borussia Dortmund akan menantang Bayern Munchen, Minggu, 11 November, dini hari nanti. Banyak alasan tuan rumah lebih percaya diri dalam laga Der Klassiker ini.

Signal Iduna Park sebagai venue duel klasik ini menjadi alasan pertama Die Borussen boleh yakin bahwa mereka akan mampu mengalahkan tamunya.

Sejak ditangani Lucien Favre, Signal Iduna Park menjelma menjadi neraka bagi lawan-lawan mereka.

Dari delapan pertandingan kandang musim ini, mereka memenangi tujuh pertandingan dan tak terkalahkan.

Satu-satunya klub yang selamat dari kekalahan di markas Dortmund adalah Hertha Berlin. Pada laga pekan ke-9 Bundesliga, kedua klub bermain imbang 2-2.

Yang luar biasa dari pertunjukan kandang Marco Reus dan kawan-kawan adalah produktivitas gol mereka. Di delapan pertandingan itu, Dortmund melesakkan 30 gol atau rata-rata 3,75 gol per laga.

Selain kandang angker, performa tuan rumah memang sangat luar biasa musim ini. Sebelum dikalahkan Atletico Madrid di Liga Champions, tengah pekan lalu, mereka tak terkalahkan dalam 14 pertandingan di semua kompetisi.

Penampilan bagus itu membuat Dortmund memuncaki klasemen Bundesliga sejak awal musim. Dengan poin 24, mereka unggul empat angka atas Bayern yang sejauh ini masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara.

Dengan skuat utama yang hampir seluruhnya bugar, termasuk Paco Alcacer yang sudah mengoleksi 7 gol, Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc yakin akan memenangi laga ini.

“Kami memiliki alasan yang bagus, dan perlu menjadi percaya diri dalam permainan karena pencapaian beberapa minggu terakhir,” kata Zorc di Twitter resmi klub.

Pada Der Klassiker terakhir, Dortmund digasak setengah lusin gol oleh Bayern. Dan Zorc yang memastikan ini akan jadi ajang balas dendam yang panas.

“Semua orang menantikan game ini. Ini memiliki daya tarik tersendiri. Tujuan kami menang di rumah. Saya mengharapkan permainan yang panas,” tegasnya di situs klub.

Favre juga sudah menyiapkan strategi menaklukkan Bayern dan memperlebar jarak menjadi tujuh poin dari sang musuh bebuyutan. Menurutnya, untuk mengalahkan Bayern, mereka harus ofensif.

“(Cara mengalahkan Bayern) Menyerang, menekan, bermain bagus, bertahan dengan cerdas dan menyerang dengan cerdas,” jelas Favre.

Bayern memang tetap lawan paling berbahaya. Namun, jika strateginya berjalan bagus, Favre yakin meraih hasil positif.

“Kami tahu bahwa kami bermain melawan tim yang sangat bagus dengan pengalaman hebat di semua posisi. Tapi kami ingin melakukan pekerjaan yang hebat. Kami ingin itu di setiap pertandingan,” ujarnya.

Kekhawatiran Favre di laga ini hanya kondisi kiper utama, Roman Burki yang mengalami cedera di markas Atletico. Tapi, kalau Burki absen, Favre percaya Marwin Hitz yang tampil luar biasa melawan Union Berlin di Piala Jerman akan mengambil alih tugasnya dengan baik.

“Tapi saya pikir ia baik-baik saja. Semuanya baik-baik saja,” kata Favre soal kondisi skuatnya di luar Marcel Schmelzer yang dipastikan akan absen.

Bayern sendiri menyadari Dortmund kini jauh lebih kuat. “Kami harus bekerja keras. Kami pasti harus meningkatkan diri melawan Dortmund, tetapi itu akan menjadi pertandingan yang sama sekali berbeda,” kata Pelatih Munich, Niko Kovac di AFP.

Bomber FC Hollywood, Robert Lewandowski yang baru saja mencetak dua gol ke gawang AEK Athens mengamini pernyataan pelatihnya.

“Kami tahu Dortmund sedang dalam bentuk bagus dan kami harus berjuang di sana,” ujar Lewy yang kini sudah mengoleksi lima gol di Bundesliga.

Presiden Bayern, Uli Hoeness tak ketinggalan mengingatkan bagaimana sulitnya memenangi Der Klassiker.

“Kami harus membuat permainan yang bagus. Anda tidak bisa pergi ke Dortmund dan mengatakan,,” tegasnya di AS. (fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.