Sengketa Pilkada Diputus Besok

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Sidang sengketa Pilkada antara paslon H Agus Supriadi–Imas Aan Ubudiyah (PASTI) dengan tergugat KPU Garut tinggal menunggu putusan dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta. Rencananya putusan akan dibacakan pada Rabu besok (14/3) .

“Sidang sengketa Pilkada Garut di PTTUN sudah masuk agenda keputusan majelis hakim yang akan dibacakan Rabu pukul 10.00 WIB,” ujar Budi Rahadian, salah satu kuasa hukum PASTI kepada Rakyat Garut, Senin (12/3).

Budi menegaskan dalam sidang sengketa di PTTUN pihaknya selaku penggugat sudah menyerahkan berbagai alat bukti. Seperti surat, saksi fakta dan saksi ahli. Dia meyakini semua kelengkapan perkara yang diserahkannya sudah cukup.

Sebab itu, dia optimis putusan nanti akan memenangkan pihak penggugat dalam hal ini pasangan Agus-Imas. Hal itu didasarkan pada hasil analisis hukum serta rangkuman berbagai pakar yang telah memberikan tanggapan atas persoalan yang diajukan tersebut, bahwa gugatan itu layak untuk diterima majelis hakim PTTUN. “Kami masih optimis bisa memenangi perkara ini dan pasangan PASTI bisa maju di Pilkada Garut,” tandasnya.

Terpisah, Sekretaris DPC PKB Garut Subhan Rohmansyah mengaku belum mengambil sikap politik apa pun di Pilkada Garut. “Kami masih menunggu hasil PTUN pada Rabu nanti. Keputusannya gimana, itu tergantung nanti,” terang dia saat dihubungi melalui saluran telepon Senin malam.

Meski belum mengambil sikap politik, lanjut dia, pihaknya sudah melaporkan semua profil pasangan calon yang maju dari partai politik ke DPP PKB.

Langkah itu sebagai antisipasi jika nantinya PTTUN memutuskan menolak gugatan yang diajukan pasangan Agus-Imas.

“Kami ajukan dulu semua calon, karena yang memutuskan itu DPP. DPC hanya menjalankan saja. (Tapi) kalau menang di PTTUN pasti kami dukung pasangan Agus-Imas. Tapi kalau kalah, kami akan dukung paslon lain,” paparnya.

Ditanya soal paslon yang sudah merapat ke PKB, Subhan mengaku sudah ada komunikasi dari semua pasangan calon. Tetapi pihaknya belum mengambil sikap apapun.

“Kami akomodir semuanya. Terkait keputusan mana yang berhak didukung, itu keputusan DPP,” pungkasnya. (yna)

loading...