Beranda Rakyat Garut Korban Human Trafficking Hamil Empat Bulan

Korban Human Trafficking Hamil Empat Bulan

104
0
BERBAGI
EKSPOS HUMAN TRAFFICKING. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menghadirkan dua pelaku perdagangan manusia di wilayah Cikajang saat menggelar press release di Mapolres Garut Senin (12/3).

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut menangkap dua orang yang diduga pelaku perdagangan manusia (human trafficking) di wilayah Cikajang beberapa hari lalu.

Kedua mucikari berinisial TN alias Mamih (40) warga Kecamatan Cigedug dan WG (39) warga Kecamatan Cikajang. Keduanya diringkus di rumah masing-masing selang beberapa hari setelah adanya laporan korban berinisial IF (17) bersama orang tuanya.

“Laporan masuk pada 8 Maret 2018. Laporan ini diperkuat dengan adanya keterangan korban beserta ibu kandung korban,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK saat press release di Mapolres Garut Senin (12/3).

Dalam laporannya, kata dia, pihak korban menuturkan pelaku WG awalnya menjanjikan memberi pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Tetapi kenyataannya, korban malah diserahkan kepada TN untuk dijadikan pekerja seks komersil (PSK).

“Saat itu pelaku WG bertugas untuk mencari pria hidung belang yang akan dilayani oleh korban,” terang dia.

Untuk memperlancar transaksi dengan pria hidung belang, kata Budi, kedua pelaku ini menyewa rumah kontrakan di Kampung Dano Desa Cikajang Kecamatan Cikajang. Rumah itu digunakan sebagai tempat bagi korban melayani pria hidung belang. “Selama direkrut, korban sudah melayani sekitar sembilan pria hidung belang yang didatangkan oleh pelaku WG,” jelasnya.

Dari pengakuan kedua pelaku, lanjutnya, IF dijual kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 400 ribu sekali kencan. Dari transaksi itu, kedua mucikari ini mendapat keuntungan Rp 100 ribu per orang. Akibat bisnis haram yang dilakukan keduanya, saat ini IF hamil empat bulan. Belum ditemukan siapa bapak dari janin yang dikandungnya. “Kasihan korban ini, sekarang dia hamil,” tutur Budi.

Akibat perbuatannya, kata dia, kedua pelaku dijerat Pasal 2, Pasal 17 dan Pasal 12 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

“Minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tukasnya. (yna)

loading...

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.