Sengsara,Wanita Lansia Di Purbaratu Tasikmalaya Makan Kerupuk yang Penting Hidup

821

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PURBARATU – Seorang wanita lanjut usia (lansia), Oyoh Juwariyah (80) di Awiluar RT 01 RW 02 Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu tinggal sebatang kara dalam ruangan bekas gudang milik warga sekitar. Dia pasrah menjalani kehidupan yang penuh dengan kesengsaraan.

Gudang bekas penyimpanan mukena itu ditinggal pemiliknya merantau ke Jakarta. Oyoh pun diizinkan menempati ruangan berukuran sekitar 3×5 meter tersebut. Di dalamnya hanya ada tempat tidur, lemari dan peralatan memasak. Tak ada dapur. Tak ada jamban.

Suami Oyoh sudah meninggal lebih dari 40 tahun lalu. Mata pencaharian mendiang suaminya sebagai penjual daun tidak mewariskan harta yang cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-hari. Dia pun tak punya keturunan. Hanya punya anak asuh. Namun, anak asuh ini sudah tinggal terpisah. Ekonominya sama-sama sulit. Sehingga tidak berdaya membantu Oyoh.

Walaupun sudah renta, Oyoh tidak menyerah pada hidupnya yang terus-menerus dikungkung kemiskinan. Dia berikhtiar mencari uang dari menganyam tikar mendong. Upahnya Rp 20 ribu dalam dua hari. “Tapi katanya mendong lagi kurang sekarang, kalau tidak ada saya cari uang dari mana,” terangnya.

Upah yang didapatkan Oyoh diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan makan. Menunya goreng ikan asin, tempe, tahu atau pepes tahu. Sesekali tetangga dan anak asuhnya memberi makan Oyoh dengan menu ikan atau telur. “Kalau lagi tidak ada uang makan ya pakai garam, kecap atau kerupuk,” katanya.

Oyoh kini mulai sering sakit-sakitan. Untuk berobat dia biasa pergi ke mantri. Ini sangat berat baginya. Karena harus mengeluarkan uang sendiri. Dia tidak punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau bantuan program lainnya yang bisa meringankan biaya kesehatan. “Pernah dapat bantuan itu waktu Gunung Galunggung meletus (1982),” terangnya.

Oyoh pasrah menjalani kesengsaraan. Tidak punya keinginan yang muluk-muluk. Misalnya belanja ke pasar atau sekadar rekreasi. “Enggak mikir apa-apa, yang penting bisa makan saja,” ujarnya.

Ketua RT/RW 02/01 Awiluar, Ateng Supriatna menyatakan Oyoh memang tinggal di lingkungannya. Namun secara administrasi kependudukan dia masih warga di wilayah RT lain. “Dulu memang warga sini tapi pindah, sekarang ke sini lagi tapi masih tercatat warga di RT lain,” terang dia. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.