Senin 11 Mei Bantuan Tunai untuk Warga Kota Tasik Dibagikan, Pejabat Haram dapat Honor Covid-19

3034
8
Alokasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya

TASIK – Alokasi bantuan sosial dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, sudah disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp 24 miliar. Rencananya, bantuan bagi masyarakat tersebut akan mulai disalurkan Senin (11/5).

Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya Hanafi menjelaskan distribusi bantuan tersebut direncanakan Senin (11/5).

Baca juga : Diduga Positif Corona, Tersangka Miras Oplosan Ditolak Ditahan di LP Tasik

Ketika Dinas Sosial (Dinsos) selesai memverifikasi dan validasi calon penerima bantuan yang diestimasi sekitar 17 ribu Kartu Keluarga (KK).

“Calon penerimanya kan harus dicek dari pusat, provinsi, supaya tidak tumpang tindih (duplikasi bantuan, Red). Ketika Keputusan Wali (Kepwal) Kota Tasikmalaya dan usulan dinas sudah beres, tinggal didistribusikan,” kata Hanafi kepada Radar, Kamis (7/5).

Namun, kata dia, pencairannya akan menyesuaikan dengan daftar calon penerima bantuan yang diusulkan dinas terkait.

Apabila usulan dinas selesai, pihaknya langsung bisa mencairkan saat itu juga.

“Bendahara BPKAD langsung mentransfer ke rekening lembaga keuangan yang nantinya ditunjuk sebagai pendistribusi bantuan,” tuturnya.

“Misalnya ke Kantor Pos, Pemkot rencananya kerjasama dengan lembaga tersebut. Nantinya mereka yang mendistribusikan ke calon penerima, berkaca dari pemerintah pusat dan provinsi gunakan lembaga tersebut,” tuturnya memaparkan.

Menurutnya, bantuan itu dialokasikan dari dana BTT untuk membiayai kebutuhan penerima bantuan selama tiga bulan. Sehingga, kuotanya terbilang fleksibel bisa lebih maupun kurang dari estimasi yang diprediksikan.

“Itu dari BTT, sehingga fleksibel bisa naik bisa turun jumlahnya sesuai kebutuhan. BTT sendiri tidak mesti tergunakan semua, termasuk operasional gugus tugas yang sekian miliar tersebut kan tidak mesti digunakan semua,” ujarnya.

“Sebab ada saja yang tidak direncanakan bisa muncul di tengah perjalanan. Seperti kebijakan PSBB dari Provinsi Jawa Barat kan sebelumnya tidak terprediksi,” lanjut mantan Kabag Hukum Setda Kota Tasikmalaya itu.

Dia menceritakan BTT digunakan sesuai kebutuhan kedaruratan. Tidak perlu Rencana Kerja Anggaran (RKA). Asal jangan untuk kebutuhan di luar kedaruratan, seperti belanja mobil dinas baru.

BTT sendiri, sambung Hanafi, terakumulasi hasil refocusing anggaran dan pengalihan Dana Alokasi Khusus (DAK) di sejumlah OPD.

Termasuk pemangkasan kegiatan yang sudah direncanakan di sejumlah OPD. “Akhirnya kami akumulasikan BTT itu Rp 66 miliar, di SKPD terkait Rp 15 miliar dalam bentuk kegiatan. Total untuk Covid-19 kurang lebih Rp 81 miliaran,” jelasnya.

Saat ini, kata Hanafi, dana BTT belum tergunakan seluruhnya, baru sekitar Rp 4-5 miliar saja yang dibelanjakan.

Alokasinya, lanjut dia, tidak untuk honorarium pejabat Pemkot maupun unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Pejabat Pemkot haram hukumnya dapat honor dari Operasional Gugus Tugas. Ada pun honor itu untuk petugas lapangan, relawan, THL, dan personel. Mereka kan siang-malam bergantian serta berisiko. Muspida, Kadis, Kabid tidak ada dapat honor dari operasional,” kata dia menjelaskan.

Dia berharap masyarakat tidak khawatir. Sebab, nantinya pengelolaan BTT akan diperiksa lembaga audit dan pengawasan negara.

“Kita kan akan diaudit BPK dan lain-lain, nanti dibuktikan melalui pemeriksaan,” harap dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana membagikan bantuan sosial (bansos) bagi 17.599 kepala keluarga (KK) pada 11 Mei 2020.

“Dari Kota Tasikmalaya, insyaallah sudah direncanakan dan sepakat, minggu depan bantuan itu dibagikan,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat menggelar konferensi pers di Bale Kota, Senin (4/5).

Menurutnya, pertimbangan pembagian bantuan tersebut mengingat Kota Resik bakal memulai pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 6 Mei.

Dia memahami PSBB bakal berdampak terhadap sejumlah kegiatan di masyarakat. “Oleh karena itu, bentuknya pun disamakan dengan bansos dari Provinsi berupa uang tunai Rp 500.000. Tidak dalam bentuk sembako,” kata Budi.

Budi menjelaskan sebagai upaya meminimalisir dampak terhadap masyarakat selama pemberlakuan PSBB, pemerintah sudah menyiapkan program jaring pengaman sosial bagi warga terdampak.

Jumlahnya 175.899 KK. Itu terbagi ke dalam dua kategori yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non-DTKS.

“Dari jumlah tersebut, masyarakat akan mendapat bantuan dari beragam pintu bantuan.

Mulai dari PKH, BPNT, BPNT Perluasan, Bansos Tunai Kemensos, termasuk Bansos Provinsi Jawa Barat yang sudah diterima melalui pos pekan lalu sebanyak 2.849 penerima. Nanti yang sudah menerima tidak akan terima bantuan dari pintu lain,” tuturnya memaparkan.

Baca juga : Mulai Sabtu (09/05) Pelanggar PSBB di Kota Tasik akan Disanksi

Wali kota yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, memastikan warga tidak perlu panik dalam berbelanja kebutuhan pokok, sebab pasokan kebutuhan pangan 14 komoditas dipastikan aman sampai Idul Fitri.

“Kami imbau warga tidak khawatir selama pandemi Covid-19. Dijamin stok kebutuhan pokok masyarakat aman, tidak usah panic buying,” pinta Budi. (igi)

Loading...
loading...

8 KOMENTAR

  1. Mudah mudahan we sanes omdo nyatana ayna tanggal 10 teu aya kabar kabar acan seueur nubteu teurangeun .. usaha ge sesah komo pangganguran mah jaba gaduhbistri sareng anak , jaba istri nuju kakandungan bulana.. mudah mudahan oemeruntah lebih paham

  2. Abi ti padasuka indihiang belum menerima bantuan apa2 padahal sy kerja udah diliburkan selama 1 bulan lebih, sedangkan di kampung yg lain sudah ada yg menerima melalui atm ko di padasuka babakan jawa belum ada,

  3. Abdi mah teu acan kantos kenging bansos ti pemerintah,,
    Padahal abi teh ngontrak murangkalih seer,
    Caroge ge ts teu damel,

  4. Selaku warga indonesia atas nama santi yuliana kota tasikmalaya kec.tamansari kel. Setiawargi

    Tida punya rumah,rumah numpang dimertua sudah punya anak 1 teka katanya dapat bantuan ppkh tapi ta datang2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.