Senior Geng Motor di Kota Tasik Cekok Juniornya dengan Heximer

89
0
EKSPOS. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan memperlihatkan pelaku pengedar narkoba saat ekspos di Mapolres Tasikmalaya Kota, Selasa (12/1). RANGGA JATNIKA/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TASIK – Obat keras dengan harga murah tampaknya menjadi doping mental para berandalan bermotor. Mereka disuplai oleh senior mereka yang menjadi pengedar heximer.

Hal itu dipaparkan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan dalam ekspos pengungkapan narkoba, Selasa (12/1). Salah satu pelaku yang diamankan yakni JJ (20) yang merupakan bagian dari kelompok berandalan motor.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan menjelaskan dari JJ pihaknya mengamankan 175 pil heximer. Obat yang tidak diperjualbelikan secara bebas itu didapat dari luar daerah. “Dia membeli secara online,” ungkapnya.

Obat-obatan tersebut, dia jual kepada junior-juniornya dengan harga murah. Selain mendapat keuntungan, junior-juniornya itu pun bisa menjadi lebih berani. “Dia jual ke teman-temannya, dan harganya memang murah,” terangnya.

Menurut AKBP Doni, dengan doping obat murah itulah para berandalan motor punya keberanian lebih. Akhirnya mereka berbuat onar dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. “Seperti kita ketahui, beberapa waktu lalu juga kita tangani kasus-kasus geng motor,” katanya.

Loading...

Ditanya kemungkinan kelompok geng motor jadi modus jaringan peredaran obat keras, pihaknya belum bisa memastikan. Karena sementara ini, JJ mengaku hanya menjual kepada juniornya untuk dikonsumsi. “Pengakuan pelaku, dia tidak mengarahkan teman-temannya untuk menjual,” tuturnya.

Namun demikian, polisi juga akan mengembangkan kasus tersebut untuk mencari informasi tambahan. Tidak menutup kemungkinan doping serupa juga digunakan oleh kelompok berandalan motor lainnya.

Baca juga : Jumlah Siswa di Kota Tasik yang Dapat BLT Rp3,4 Juta Belum Diketahui

Kepada polisi, JJ mengakui dirinya punya posisi penting di kelompoknya. Dia menjadi orang kedua yang berpengaruh di wilayah kecamatannya. “Saya wakil ketua di (Kecamatan) Sukaratu,” katanya.

Dia mengaku baru beberapa bulan menggunakan dan mengedarkan obat-obatan tersebut. Sasarannya, yakni junior-juniornya yang masih berusia remaja. “Baru tiga bulan, belum lama,” dalihnya.

Dalam ekspos tersebut, kepolisian juga memaparkan pengungkapan kasus peredaran berbagai jenis narkiba narkoba. Polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu 26,22 gram, 13 kaplet psikotropika dan 838 butir obat keras jenis heximer dan tramadol.

Selain barang bukti, polisi juga mengamankan 7 pelaku yang didominasi oleh pengedar. Hal itu merupakan hasil pengungkapan Sat Narkoba dalam kurun waktu dua pekan terkahir. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.