Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Senjata Tajam yang Dipakai buat Tusuk Wiranto Dijual di Online Shop, Pisau Ninja ala Naruto?

39
0

PANDEGLANG – Tidak butuh waktu lama memang pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto diamankan polisi beberapa menit setelah melakukan aksinya.

Pelaku melakukan upaya penusukan kepada Wiranto dengan menggunakan senjata tajam yang semacam pisau.

Dari keterangan polisi pelaku berjumlah dua orang yang ini sepasang suami istri.

Syahrial Alamsyah alias Abu Rara yang diduga pelaku merupakan asal Kota Medan, sementara pelaku wanita bernama Fitri Andriana meruapakan asli Pandeglang, Banten. Wanita diduga istri pelaku.

Baca : Penusukan Wiranto, PBNU Ingatkan Sekali Lagi: Jangan Kaitkan dengan Islam

Keduanya disebut polisi disebut diduga terpapat ideologi ISIS.

“Pelaku sudah diamankan. Kapolda ada di TKP. Saat ini sedang diperiksa dulu. Ada diduga dua orang” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Kamis (10/10).

Dari barang bukti yang diamankan, dua buah pisau itu tampak seperti sebilah gunting yang dipisah dengan gagangnya dililit tali merah.

Namun berdasarkan penelusuran yang beredar ternyata netizen banyak menemukan benda tajam yang digunakan pelaku ternyata dijual bebas di toko-toko online.

Baca : Perut Menkopolhukam Wiranto Dibedah

Pisau itu dijual dengan menggunakan kata kunci pisau lempar, persis mirip dengan yang digunakan pelaku.

Hasil penerlusuran Pojoksatu.id misalnya di salah satu toko online, Pisau itu memang identik dengan senjata yang digunakan tokoh film anime Naruto sehingga di situ tertulis Senjata Anime Manga Naruto Uzumaki Pisau Ninja.

Menko Polhukam Wiranto diserang saat melakukan kunjungan di Pandeglang, Banten.

Saat turun dari kendaraan yang ditumpanginya dan hendak bersalaman, pelaku tiba-tiba menyerang Wiranto dengan benda tajam berupa gunting.

Kronologis penyerangan diungkap diduga pelaku berupaya untuk menusuk target utama yakni Menkopolhukam Wiranto.

Upaya penusukan itu tidak hanya mengenai bagian perut Wiranto, tapi juga perut Kapolsek Menes Kompol Daryanto lantaran pelaku melakukan secara membabibuta.

“Upaya penusukan, tapi kapolsek yang kena,” ungkap Dedi.

 

Wiranto saat itu tengah menghadiri peresmian gedung kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar, di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/19).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu membuat publik gempar.
Dalam rekaman video amatir, terlihat Wiranto yang baru turun dari mobilnya, disambut para pejabat Kabupaten Pandeglang, serta aparat TNI-POLRI.

Namun, di antara kerumunan tersebut, pelaku muncul tiba-tiba dari arah samping kiri mobil.

“Pelaku diduga sendiri, dia melakukan sendiri tapi pada saat sebelum kejadian dia bersama istrinya berdua,” kata dia.

Lalu apa peran istri pelaku dalam aksi tersebut?

“Belum tau Masih dalam penyelidikan,” terangnya.

Usai kejadian itu, Wiranto langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pantauan di RSUD Berkah Pandeglang, Wiranto langsung dirawat di Ruang Unit Gawat Darurat. Di sekitar lokasi terlihat banyak polisi yang berjaga di ruangan.

Selain tim medis Bupati Pandeglang Irna Narulita terlihat juga memasuki ruangan, sedangkan di luar ruangan mobil ambulans tampak bersiaga. Tidak lama kemudian, Wiranto diangkut ke RS Jakarta menggunakan helikopter. (dinar/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.