Seorang Dokter Terkonfirmasi Positif, Kasus Covid-19 di Kota Tasik Naik Lagi

11259
10
radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Penyebaran virus Covid-19 di Kota Tasikmalaya belum berakhir. Pasien yang terkonfirmasi positif kembali naik. Hingga Kamis (10/09) sore, jumlah warga yang positif tambah 3 orang. 1 diantaranya seorang dokter.

Jadi, total warga Kota Tasik yang positif Covid-19 menjadi 53 orang. Dengan rincian 7 orang diantaranya masih mendapatkan perawatan itensif di ruang isolasi yang tersebar di beberapa rumah sakit di Kota Tasik.

Tingginya angka penambahan pasien positif Covid-19 ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat yang dihubungi radartasikmalaya.com melalui ponselnya.

“Ya memang hari ini ada penambahan pasien positif yang diketahui dari hasil pemeriksaan mandiri. Kemudian konfirmasi ke kita dan sekarang telah dirawat, sisanya sedang kita tracing,” ujar Uus.

“Ada diantara yang positif itu adalah tenaga medis yang berprofesi dokter. Sekarang yang bersangkutan sudah kita kirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terkait dengan penurunan kondisi kesehatannya,” sambungnya.

Terang Uus, dokter yang positif Covid ini berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan 2 pasien positif lainnya adalah warga umum. Mereka diketahui positif Covid dari pemeriksaan pribadi.

“Yang dokter kena Covid itu tak ada penutupan tempat praktiknya. Karena sebetulnya yang bersangkutan sudah sakit, jadi tak aktif memberikan pelayanan (tak praktik, Red),” terangnya.

Tambah Uus, dengan meningkatkan lagi jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid menjadikan pihaknya akan menambah ruangan isolasi di RSUD dr Soekarjdo. Hal ini pun sudah dirapatkan dengan pihak RSUD.

“Memang kami akui kasus positif ini di kita cukup naik signifikan dalam 3 hari terakhir ini. Nah untuk antisipasi ya tadi saya sudah ketemu dirut RSUD akan menambah ruang isolasi,” tambahnya.

Selain itu, jelas dia, pihaknya juga akan bekerjasama lagi dengan Rumah Sakit Yarsi agar kembali dijadikan lokasi isolasi darurat Covid.

“Tadi juga sudah ada persetujuan dari pihak Yarsi untuk kerjasama lagi. Kami juga akan segera rapat untuk melakukan langkah antisipasi dan membuat crisis center di Dinkes untuk Covid-19 yang akan memberikan masukan dan saran kepada Gugus Tugas,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

10 KOMENTAR

  1. *Ingin meluruskan perihal kabar yang beredar di masyarakat KHUSUSNYA DAERAH AWIPARI DAN SEKITARNYA.*

    1. Menurut kabar beredar “Bagi yang kontak dengan ayah saya tanggal 20 harap hubungi puskesmas” dan juga ayah saya habis melakukan perjalanan dari Surabaya dan Yogya.
    – Padahal tanggal 20 Ayah saya masih baik baik saja, keadaan masih di Pangandaran, dan tidak sakit. *(TANGGAL 20 MERUPAKAN TANGGAL MERAH JADI KLINIK KAMI PUN TUTUP). *
    – Ayah saya *TIDAK BEPERGIAN KE SURABAYA, TIDAK BEPERGIAN KE YOGYAKARTA. ATAUPUN DAERAH LAINNYA SELAIN PANGANDARAN DAN GARUT UNTUK MENGHADIRI UNDANGAN KELUARGA.*
    – AYAH SAYA HANYA MELAKUKAN *RAPAT ASKLIN, DI HOTEL HARMONI TASIKMALAYA, BUKAN DI SURABAYA ATAUPUN YOGYAKARTA.*

    2. Ayah saya di diagnosis terkena penyakit *DBD*, HARI SENIN, TANGGAL 28 AGUSTUS, Lalu di bawa ke RSJK dan mendapatkan perawatan selama 7 hari hingga tanggal 4 SEPTEMBER atau tepatnya hari Minggu. Akhirnya ayah saya kembali ke rumah.

    3. Setelah pulang ke rumah, ayah saya masih lemas, dan keesokan harinya beliau memeriksa pasien meskipun dalam keadaan lemas, dan juga sudah dilarang oleh kami untuk tidak memeriksa, karena beliau merasa kasihan kepada pasien pasien yg sudah datang, akhirnya pasien2 trsbt d periksa (meskipun dalam keadaan imun tubuh belum kuat) dan ternyata memang tidak dapat memeriksa banyak karena kondisi yg sangat lemas.

    4. Pada hari itu juga sekitar pukul 2 Siang, ayah saya sangat lemas sekali, hingga terjatuh ke lantai, tidak mampu untuk berdiri atau bahkan duduk sekalipun, sehingga saya beserta bunda, nenek, dan Uwa saya harus membopong ayah saya ke dalam mobil, lalu akhirnya kembali d larikan ke rumah sakit.

    5. ayah saya di larikan ke IGD RSJK Lalu setelah melakukan EKG (rekam jantung), hasilnya ayah saya terkena *SERANGAN JANTUNG* dan juga terdapat *PEMBENGKAKAN JANTUNG*

    6. ketika ayah saya mulai terasa sesak, pihak RS pun meminta izin kepada kami untuk dilakukan *Test Antigen* kepada ayah saya, dan setelah hasil yg d dapatkan, terdapat *positif* pada antigennya, sehingga ayah saya dilarikan ke RSUD untuk dilakukan Isolasi dan untuk memastikan, ayah saya kembali d test *PCR/ SWAB o/ dokter.*

    7. Keesokan harinya (Selasa, 8 September) *KAMI SEKELUARGA BESAR* melakukan *SWAB* secara bersama dari PUSKESMAS CIBEUREUM dan juga dari DINKES, hasilnya bisa d dapatkan dalam 2 hari dan di prioritaskan untuk 6 org yg *KONTAK ERAT* dengan ayah saya, yaitu *SAYA (sbg anak beliau), KEDUA ADIK SAYA, BUNDA SAYA, NENEK SAYA, DAN UWA SAYA* yg dimana terjadi kontak fisik yg sangat kuat.

    8. Keesokan harinya ( Hari Rabu, 9 September) *Alhamdulillah hasil SWAB kami ber 6 DINYATAKAN NEGATIF.* Pada hari ini juga, Klinik Kami sudah *di sterilkan sebanyak 2x* Dari PUSKESMAS CIBEUREUM dan dari BPBD.

    9. Saat ini ayah saya sedang mendapatkan perawatan intensif di *RSUD Hasan Sadikin Bandung* berhubung *keterbatasn obat dan juga alat* yang tersedia di RSUD Tasik.

    10. Mohon doa dan dukungannya dari semua pihak agar ayah saya lekas sembuh kembali dan juga dimohon untuk tetap melihat berita dari dua sisi dan *JANGAN MUDAH TERMAKAN HOAX ATAS BERITA YG BEREDAR BAIK MELALUI GRUP WA ATAUPUN FB DLL NYA*

    11. Sekian saya sebagai *ANAK PERTAMA* dari yg bersangkutan, memohon kerja sama dari semua pihak untuk *tetap menjaga kondusifitas, saling mendukung, dan mendoakan* satu sama lainnya untuk kesehatan kita bersama dan khususnya untuk kesembuhan ayah saya. Terimakasih.

  2. Astagfirulloh…. semoga cepat pulih dan untuk warga tasik ikut lah protokol yg berlaku jngan pada bandel ini demi nyawa kita dan jangn lupa berdoa sholat

  3. Semoga ayahnya segera di pulihkan dan sehat kembali aamiin serta tasikmalaya dan indonesia lekas membaik dan kita semua senantiasa di berikah perlindungan dari Alloh SWT aamiin

  4. Harusnya untuk fasum diinfokan secara transparan dengan fakta/bukti test swab dsb, biar kite semua ga termakan hoax bosqu..
    Biar masyarakat waspada semisal memang positif, nggak ngegantung. Gini caranye mah bikin panik.

  5. Transparan itu penting tolong yg punya berita lbh terbuka biar warga tasik bisa lbh waspada dan bisa ikut mencegah, dan juga warga sekitar rmh dokter atau warga yg positif bisa ikut membantu semampunya dan seikhlas mungkin agar segera sembuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.