SEP Fokus pada Keanggotaan & Kemitraan dengan Lembaga di Jabar

86
0
ISTIMEWA TERUS SEMANGAT. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki bersama Ketua Umum Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) Ustaz Ahmad Tazaka Bonanza atau AKA (kanan) beberapa waktu lalu sebelum pandemi Covid-19.
Loading...

TASIK – Pada usia satu tahun, Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) akan fokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis pesantren.

Ketua Umum Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) Ustaz Ahmad Tazaka Bonanza atau AKA mengatakan pada tahun pertama ini SEP fokus pada keanggotaan dan membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga.

”Alhamdulillah sampai hari ini data yang ada di kita anggota sudah ada 1.574 pesantren menjadi anggota dan juga alumni One Pesantren, One Produk,” kata Ustaz AKA kepada Radar, Selasa (1/12).

Ribuan pesantren tersebut sebelumnya telah diberikan pembinaan oleh Serikat Ekonomi Pesantren. Bahkan seluruhnya sudah memiliki produk usaha masing-masing di pesantrennya. “Untuk keberlanjutannya didukung oleh Serikat Ekonomi Pesantren,” kata Ustaz AKA.

Agar ekonomi pondok pesantren di Jawa Barat lebih maju, SEP juga bekerja sama dengan berbagai instansi. Mulai dari pemerintah, perbankan dan lainnya termasuk Kementerian Perekonomian, KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) Bank Indonesia.

Loading...

“Jadi program-program pemerintah dalam mengembangkan ekonomi pesantren berkolaborasi dengan kami,” ujar AKA.
Dengan adanya kerja sama itu, kepercayaan pemerintah dan keberpihakan pemerintah dalam membangun ekonomi di pondok pesantren di tahun ini cukup bagus.

“Alhamdulillahnya SEP bisa bersinergi dengan baik dalam membangun ekonomi pesantren,” kata dia menjelaskan.

Ustaz AKA menjelaskan, Serikat Ekonomi Pesantren ini memiliki tugas dan fungsi sesuai pada visi dan misi yakni menjadi rumah pertama bagi pondok pesantren untuk mengembangkan ekonomi umat.

“Sebetulnya SEP ini merupakan wadah, di mana SEP ini memiliki tiga tugas seperti melakukan edukasi dan pembinaan kepada pesantren untuk membangun ekonominya, penguatan potensi pesantren dan jaringan pendistribusian produk,” kata Ustaz AKA.

Ustaz AKA memberikan contoh pesantren yang memiliki potensi dalam bidang pertanian dan perikanan, namun tidak memiliki permodalan, maka dibantu oleh SEP untuk mendapatkan dukungan dari segi modal.

“Kita bantuan dukung dari segi perbankan. Bahkan saat ini pesantren yang membutuhkan permodalan sudah kita pertemukan dan sudah berjalan,” kata dia menjelaskan.

“Jaringan pendistribusian produk dan pemasaran ini masih kita terus laksanakan dan belum optimal karena SEP ini baru berjalan satu tahun. Mudah-mudahan tahun ke 2 ini bisa kami laksanakan hingga bisa ekspor impor,” ujarnya.

Sebetulnya, untuk produk dan pemasaran itu sudah dirintisnya tahun ini, dengan membuat market place untuk pesantren yang namanya Santri.

“Mudah-mudahan awal tahun ini bisa launching dengan maksimal. Makanya target di dua tahun ini lebih ke produk-produknya, karena tahun ini kita hanya edukasi dan pembinaan atau Ekonomi dan bisnis pesantren dengan terus meningkatnya kerja sama kemitraan,” kata Ustaz AKA.

Ustaz AKA berharap, tahun depan SEP bisa bertambah keanggotaannya. Meskipun itu bukan fokus utama. “Karena bagi kita sebanyak mungkin memberikan manfaat dan dorongan kepada pesantren untuk membangun ekonominya,” kata dia.

Untuk kemitraan, kata dia, saat ini SEP berencana bekerja sama dengan NGO. “Mudah-mudahan mitra kerja sama kami ini lebih banyak dalam mengembangkan ekonomi pesantren,” ujar Ustaz AKA.

Dalam SEP, kata dia, ada beberapa pesantren yang menjadi penggagas, seperti Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya, Daarut Tauhid Bandung, Al Ittifaq Ciwidey, Husnul Khatimah Kuningan dan Nurul Iman dari Parung Bogor.

“Itu semua pesantren penggagas SEP yang merupakan pesantren unggulan,” kata Ustaz AKA menjelaskan.

Ustaz AKA berharap meski saat ini kondisi pandemi, pesantren-pesantren terus membangun ekonomi dengan terus memberikan dampak kepada masyarakat.

“Karena dengan ekonomi pesantren meningkat maka akan terdampak ekonominya terhadap masyarakat di sekitarnya,” ujar Ustaz AKA. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.