Sepakat Menjaga Kondusivitas Tasik

26
SILATURAHMI. Pemerintah daerah, forkopimda, tokoh ulama dan ormas Islam di Kota Tasikmalaya bersilaturahmi serta menyepakati menjaga kedamaian di Kota Tasik, Jumat (26/10).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya, tokoh agama, ormas Islam dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersilaturahmi di Bale Kota Tasikmalaya Jumat (26/10).

Mereka sepakat menjaga kondusivitas daerah, mengingat saat ini santer informasi dan hoax di media sosial terkait kegaduhan dan aksi saling serang antar kelompok.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengakui adanya aksi pembakaran bendera di Garut menjadi keprihatinan semua pihak.

Apalagi, kejadian tersebut di saat Hari Santri Nasional (HSN). Dimana Kota Tasikmalaya selaku tuan rumah peringatan tingkat nasional beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi keprihatinan kita semua, apalagi di hari santri yang kita nantikan terjadi peristiwa (pembakaran bendera di Garut, Red). Meski tidak di sini, tetapi sebetulnya berdampak dan merasakan. Semua pihak menyayangkan hal ini,” ujarnya.

Untuk itu, kata Budi, seluruh unsur di Kota Tasikmalaya telah sepakat bersama-sama menjaga agar tidak terprovokasi dan saling menahan diri. Serta menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada proses hukum.

“Sudah kita serahkan saja. Sebab, tidak bisa menjustifikasi bagaimana, karena pandangan itu berbeda-beda,” terangnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Budi berharap persoalan tidak meruncing. Dan lebih mengutamakan menjaga persatuan umat serta tidak reaktif menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

“Banyak pekerjaan kita, keumatan. Masyarakat jangan mudah bereaksi ketika ada hoax, penyerangan. Padahal tidak ada,” harapnya.

Budi juga mengapresiasi adanya aksi damai Kamis (25/10). Dimana dua pihak beriringan melakukan aksi solidaritas yang berjalan aman serta tertib. Dia bersyukur tidak ada hal-hal yang terjadi diluar kendali.

“Sebagai aksi solidaritas selaku Umat Islam, kita apresiasi. Alhamdulillah tidak terjadi apapun, meski sempat memanas karena ada isu-isu provokatif, tetapi berjalan lancar,” tuturnya.

Dia menegaskan pihak lain yang tidak berkepentingan diminta tidak mengganggu suasana kebathinan Kota Tasikmalaya, yang baru berulang tahun ke-17. Kemudian, baru saja berakhir pelaksanaan Hari Santri Nasional.

“Semoga jadi pembelajaran bagi semua, bagaimanapun saat ini masih ada pihak lain yang mencoba provokasi, menyulut situasi dan harus dijaga bersama,” jelas Budi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Achef Mubaraq LC mengajak semua pihak turut serta menjaga kerukunan. Tidak memandang apa yang terjadi di belakang, namun menatap ke depan.

“Sudah sepakat, kita jaga kerukunan internal beragama dan juga masyarakat. Jangan berpisah-pisah karena sulit untuk kembali menyatukan,” ajak Achef.

Dia berpesan tidak hanya unsur pimpinan daerah dan tokoh agama maupun ormas saja yang berkomitmen menjaga kondusivitas. Masyarakat pun harus melakukan hal serupa, lebih mengutamakan persatuan.

“Jaga kedamaian serta kondusivitas kota yang kita cintai ini. Seperti pesan Gus Hasan saat HSN kemarin, bertengkarlah memperebutkan kesalahan, jangan memperebutkan kebenaran. Saat merasa benar, nanti ada yang merasa lebih benar. Tapi merasa salah untuk koreksi,” paparnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febri Kurniawan Ma’ruf SIK SH mengimbau masyarakat tidak terprovokasi menyikapi informasi maupun hoax yang berkembang di media sosial. Meski diakui saat ini tengah menjadi trending topic.

“Selaku kota religius, Kota Santri yang sejuk dan kondusif. Mari kita jaga semua pihak jangan terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya,” tandas Febri. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.