Pemda di Priatim Sepakati 11 Strategi Tekan Inflasi Ramadan

184
0

TAWANG – Pemerintah Daerah (Pemda) se-Priangan Timur (Priatim) yakni Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar serta Pangandaran menyepakati 11 poin strategi pengendalian inflasi selama periode Ramadan hingga Lebaran 2018.

Kesepakatan itu terjadi dalam rapat high level meeting yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Selasa (8/5).

Kepala BI Perwakilan Tasikmalaya Heru Saptaji menyatakan, kesepakatan ini dibutuhkan supaya terjadi sinergi antardaerah dalam upaya mengendalikan inflasi.

Sebab, masing-masing daerah di Priatim ini saling berkaitan. “Priangan Timur itu sentra produksi ketahanan pangan.
Tapi tekanan inflasi bertahun-tahun selalu disumbang oleh komoditas ketahanan pangan,” katanya kepada wartawan usai high level meeting.

Salah satu poin yang disepakati, kata dia, yakni meningkatkan jangkauan intensitas operasi pasar murah untuk komoditas pokok.

Poin penting lainnya yaitu surat edaran kepala daerah pada perusahaan retail untuk mengadakan bazar murah Ramadan selama sebulan penuh.

Kemudian, diharapkan jalur distribusi tak mengalami gangguan, termasuk dari segi infrastruktur jalannya.

“Harapan walau tekanan administered price berat, tapi ketika volatile food bisa ditekan secara signifikan maka inflasi tetap sesuai,” ujarnya.

Melalui upaya tersebut, dia optimis angka inflasi dapat ditekan serendah mungkin. Sebagai bahan acuan, tingkat inflasi Kota Tasik mencapai 3,49 persen.

Angka ini lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional. “Sentra komoditas pangan harus bisa inflasi sesuai target 3,2 persen. Sekarang itu 3,49 persen lebih tinggi dari nasional 3,41 persen. Tapi lebih rendah dari Jabar 3,7 persen. Kita harap bisa turun di kisaran 3,2,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari menyebut angka inflasi berada di kisaran 3,6 persen. Naiknya inflasi disebabkan peningkatan harga komoditas pangan.

Dia mencontohkan untuk harga telur saja saat ini sudah ada yang mencapai 26 ribu per kilogram.

“Telur padahal tadinya 21-23 ribu per kilogram, sekarang sudah ada yang 26 ribu. Pasokan telurnya dari Ciamis,” terang dia.

(Firgiawan / Radar Tasikmalaya)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.