Sepakati Pengendalian Inflasi Priatim

459
0
DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA DISKUSI. BI Tasikmalaya bersama perwakilan lima kepala daerah se-Priangan Timur berdiskusi dalam seminar Sinergi Priangan Timur Melalui Implementasi Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah di Gedung Bale Priangan Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya kemarin.

TASIK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar serta Pangandaran menyepakati enam nota kesepakatan aksi bersama pengendalian inflasi Priangan Timur (Priatim) 2018

Nota kesepakatan itu terjalin dalam seminar Sinergi Priangan Timur Melalui Implementasi Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah dalam rangka Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) dan high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Priangan Timur di Gedung Bale Priangan Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya kemarin (18/12).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya Eman Patria menjelaskan enam kesepakatan yang tertuang dalam strategi aksinya itu yakni pertama melakukan restrukturisasi TPID kabupaten/kota sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 23 Tahun 2017 tentang Tim Pengendalian Inflasi Nasional (TPIN), Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) RI Nomor 500.05-8135 Tahun 2017 tentang TPID dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 580.05/KEP.1071-PRODI/2017 tanggal 24 November 2017 tentang TPID Provinsi Jawa Barat.

Kedua, memantau ketersediaan pasokan dan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. Ketiga berkoordinasi bersama pelaku usaha untuk mengatasi keterlambatan atau kekurangan stok kebutuhan pokok, penyimpangan atau penimbunan serta meminimalisir gangguan distribusi pasokan bahan kebutuhan pokok yang didukung dengan kesiapan moda angkutan.

Keempat, meningkatkan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kedaluwarsa, barang selundupan serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan. Kelima, melaksanakan operasi pasar murah (OPM) khusus beras dengan menggunakan cadangan pangan pemerintah. Keenam, meningkatkan kerja sama perdagangan antardaerah, terutama untuk komoditas-komoditas penyumbang inflasi di Priangan Timur.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Ismet Inono berharap di 2018 capaian inflasi terendah dan stabil bisa tercapai di Jawa Barat.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya Tantan Rustandi mengatakan dalam pengendalian inflasi, pihaknya melakukan OPM, kunjungan kerja ke Balikpapan untuk melihat halaman sekolah yang dijadikan perkebunan cabai dan membuat program sadar inflasi di 10 kecamatan di 69 kelurahan. “Supaya masyarakat sadar akan pengendalian inflasi di Tasikmalaya,” ungkapnya. (dik/adv)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.