Sepekan, 3 Pasien Corona di Kota Tasik Meninggal

2040
0
LEMBUR. Petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya melakukan proses pemakaman salah satu pasien yang meninggal, Minggu dini hari (25/10). ISTIMEWA

TASIK – Pasien Covid-19 yang meninggal kembali bertambah. Dalam sepekan, ada tiga pasien yang dalam proses isolasi meninggal dunia.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, sampai pukul 08.00 tercatat ada 16 pasien baru. Namun di samping itu ada juga 10 orang yang sembuh.

Jumlah pasien aktif yang saat ini masih dalam proses yakni sebanyak 119 orang. Hal itu belum termasuk 1 pasien yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengakui ada satu lagi pasien yang meninggal dunia. “Iya ada yang meninggal tadi malam (Sabtu 24/1),” ujarnya melalui pesan singkat kepada Radar, Minggu (25/10).

Namun terkait kasus meninggal cukup intens dalam sepekan terakhir, pihaknya belum memberikan respons. Begitu juga terkait penambahan belasan kasus baru warga yang positif Covid-19.

Sebagaimana diketahui, kasus meninggalnya pasien Covid-19 juga terjadi pada 18 dan 21 Oktober 2020. Sampai kemarin, tercatat total kasus pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 15 orang.

Baca juga : Keluarga Pasien dan Pegawai RSUD Kota Tasik Panik Berhamburan saat Gempa 5,9 SR

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar mengakui mendapat koordinasi soal adanya pasien yang meninggal pada Sabtu malam. Pihaknya pun melakukan penjemputan jenazah.

“Sudah mau tengah malam, sekitar pukul 23.30,” ujarnya.
Proses pemakaman sempat mengalami kendala, di mana pihak keluarga ingin membawa jenazah dan dimakamkan di tempat pribadi. Namun selain kondisinya sudah larut malam, ditambah lokasinya di luar kota, maka akhirnya kesepakatan pun didapat.

“Alhamdulillah akhirnya keluarga mau menerima dan jenazah dimakamkan di Tamansari (TPU Aisha Rasyida),” tuturnya.

Diakuinya, intensitas pasien meninggal lebih sering pekan ini. Namun pihaknya selalu memberikan motivasi kepada pegawainya untuk tetap ikhlas dalam bekerja.

“Karena itu sudah jadi tugas kita. Kalau kita tidak bekerja, siapa yang akan bertanggung jawab ketika nanti ada apa-apa,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.