Seperti Apa Agenda TGB di Kota Santri? Ini Rangkumannya

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Keliling Ponpes, Tablig Akbar lalu Sharing Bareng Wali Kota

TASIK – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Dr Muhammad Zainul Majdi LC MA dipastikan hadir di Tasikmalaya pada Kamis (15/3).

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia itu direncanakan akan tiba di kota berjuluk Kota Santri ini pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB dan menginap di Hotel Asri Plaza Asia.
Setelah itu pada Kamis (15/3), TGB akan mengelilingi beberapa pondok pesantren untuk bersilaturahmi dan mengisi beberapa kegiatan safari dakwah.

Agenda TGB di Tasikmalaya akan dimulai pukul 04.00 dengan mengisi kuliah subuh di Ponpes Cintawana Tasikmalaya, kemudian pukul 06.00 sarapan dan pemberian bibit bersama petani berkah alam Ponpes Cintawana Tasikmalaya. Setelah itu, pukul 07.00 berkunjung ke Ponpes Cipasung, pukul 09.00 berkunjung dan berziarah ke Ponpes Suryalaya.

Kemudian pukul 12.00 salat dzuhur berjamaah dan tablig akbar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, pukul 14.00 berkunjung ke Graha Pena Radar Tasikmalaya untuk live talkshow dan terakhir pukul 15.00 sharing program bersama Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman di Bale Kota Tasikmalaya.

Sekjen Paguyuban Alumni Al Azhar (PAAM) Jawa Barat Zainur Rofieq mengatakan kehadiran TGB di Tasikmalaya bertujuan untuk bersilaturahmi dengan para ulama dan masyarakat secara umum. ”Kita sudah mendapat roundown-nya. Dan dipastikan TGB hadir di Tasikmalaya,” ujarnya kepada Radar, Selasa (13/3).

Sebelumnya, Sesepuh Alumni Al Azhar Jawa Barat KH Achef Noor Mubarok LC membenarkan rencana kunjungan TGB ke kota berjuluk Kota Santri ini. “Ya informasinya seperti itu,” ujar Kiai Achef yang juga ketua MUI Kota Tasikmalaya tersebut.

Sebagai delegasi Al Azhar, TGB mengusung pemikiran moderasi atau Wasatiyyah Islam karena kedudukan beliau sebagai ketua OIAA Indonesia. Nilai tambahnya adalah, TGB sukses membangun program dakwah Islamiyyah di NTB dengan menciptakan suasana keagamaan, ekonomi, politik dan sosial yang kondusif. “Beliau adalah sosok  ulama tapi juga umaro,” ujar Kiai Achef .

Al Azhar telah  diakui dunia Internasional sebagai benteng faham ahlusunnah waljamaah yang mengembangkan sikap moderat dalam menyikapi segala isu dunia keislaman. Tidak terlalu kanan dan tidak terlalu kiri, Tapi ada dalam jalur tengah. “Dan inilah gaya dakwah yang harus diperkuat dalam mengembangkan dakwah Islamiyyah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” paparnya.

Hal senada diungkapkan Doktor Agus Suyadi Raharusun sebagai ketua PAAM (Paguyuban Alumni Al Azhar) Jawa Barat. Menurutnya, selain kunjungan ke Tasikmalaya, TGB akan mengisi stadium general di kampus ITB, UIN SGD Bandung dan sejumlah pesantren di Bandung seperti Daruttauhid (Pesantren Dai kondang AA Gym) dan Pesantren Daarul Maarif Cigondewah, disamping menyampaikan tausiyah di beberapa masjid –masjid besar di Kota Bandung.

Masih menurut Agus, dipilihnya Kota Tasikmalaya dan Bandung karena  kedua kota tersebut merupakan sentral di wilayah Jawa Barat dalam isu dakwah Islamiyyah. “Meski tak dipungkiri, wilayah-wilayah lain sangat banyak yang berharap dikunjungi TGB dalam safari tersebut, namun penyesuaian jadwal TGB kali ini yang menjadi prioritas hingga tidak semua wilayah yang ingin dikunjungi dapat langsung dijadwalkan,” terangnya.

Sosialisasi wasatiyyah, kata Agus, sangat urgent dan mendesak untuk dilaksanakan sehubungan dengan mulai maraknya pemahaman-pemahaman Islam yang extrim dan bahkan liberal. “Maka semua potensi dakwah harus segera merapatkan barisan dan bersatu dalam menyosialisasikan faham wasatiyyah di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika ini,” tandasnya.

Kunjungan Balasan
Sebelumnya, rombongan Ulama Tasikmalaya bersilaturahmi dengan Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi di Paviliun Pendopo, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (5/3).

“Indonesia membutuhkan sosok seperti TGB, kami doakan semoga beliau panjang umur” demikian pesan dan harapan yang diungkapkan Hj Dali Mutiara, Mubalighoh kondang Tasikmalaya yang juga putri dari (alm) KH Khoer Affandy pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya yang ikut hadir dalam kunjungan yang diprakarsai oleh Majelis Muwasholah Ulama Jawa Barat.

Sengaja para tokoh ulama Tasikmalaya mendatangi Gubernur NTB tersebut, karena ketertarikan perjuangan dan pembangunan NTB serta untuk melihat langsung keberhasilan pembangunan mental spiritual yang TGB jalankan selama 9 tahun di Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan tersebut, TGB menyatakan dirinya telah lama mendengar tokoh ulama Tasikmalaya salah satunya buku karya KH Khoer Affandy.

KH Asep Thohir Sholeh yang ikut dalam rombongan tersebut menyatakan bersyukur bisa bertemu langsung dengan pemimpin yang Hafidz Alquran itu. “Orangnya baik, jujur, visioner, waro, sekaligus tokoh pesantren. Kami menjadi saksi keberhasilan seorang santri/ulama dalam memimpin negeri,” ungkapnya.

KH Asep Thohir pun menambahkan salah satu hasil dari kunjungan tersebut yakni adanya rencana kunjungan balasan TGB ke Kota Tasikmalaya.

KH Dudung Abdullah Faqih menjelaskan tidak semua sesepuh ulama punya waktu untuk menyerap informasi dari luar karena memiliki kesibukkan. Maka dari itu beberapa ulama melakukan silaturahmi ke pesantren-pesantren yang berada di lombok Provinsi NTB. “Ada 16 orang yang ikut ke sina,” ungkapnya.
Di tempat terpisah tokoh masyarakat Tasikmalaya, Ir Taufik Rahman mengapresiasi kunjungan ulama Tasikmalaya ke NTB, karena hubungan Tasikmalaya dan Nusa Tenggara Barat bisa dikatakan memiliki hubungan sejarah yang sangat bernilai. Banyak pendahulu NTB yang notabene berasal dari Tasikmalaya telah ikut berhasil membangun NTB di masa lalu.

“Semoga kunjungan TGB ke Tasikmalaya akan lebih membuka nilai sejarah para pendahulu Tasikmalaya,” terangnya. (ujg/rls)

loading...