Seragam RT/RW Bukan Usulan

186
0
Loading...

CIHIDEUNG – Pengadaan seragam Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga (ARWT) yang menggunakan dana kelurahan bukan permintaan dari ketua RT dan RW. Para pengurus pun menganggap penyediaan seragam itu tidak terlalu urgen.

Ketua RW 2 Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Enan Suherlan menilai pengadaan seragam ARWT bukan hal urgen, meskipun kebutuhan pembangunan infrastruktur di lingkungannya sudah cukup. “Kalau untuk seragam (ARWT) memang saya juga kurang setuju,” ujar dia saat dihubungi Radar, Rabu (19/6).

Beda halnya dengan seragam Linmas yang memang sangat diperlukan untuk kebutuhan pemilu. Namun, Enan tidak mengetahui sumber dana pengadaan seragam tersebut dari mana. “Kalau untuk linmas memang perlu, karena yang regenerasi belum memiliki seragam,” kata dia.

Disinggung soal indikasi penggunaan dana kelurahan yang mengada-ada, Enan tidak memiliki kewenangan. Hal itu dikembalikan lagi kepada aturan tentang penggunaan dana kelurahan. “Untuk pembuatan seragam linmas dan ARWT memang tahu, tapi enggak tahu sumber dananya dari mana,” tuturnya.

Wawancara terpisah, Ketua RT 04 RW 11 Kelurahan/Kecamatan Mangkubumi Tatang Heryanto mengaku tidak tahu-menahu soal pengadaan seragam ARWT. Sampai kemarin pun dia belum mendapatkan seragam yang dimaksud. “Kalau tahun lalu memang ada, tapi belum ada yang baru,” katanya.

Dia pun akan mencari informasi terlebih dahulu soal pengadaan seragam baru itu. Pasalnya, dia tidak mendapat informasi baik dari rekan sesama RT atau pun pihak kelurahan. “Nanti saya coba tanya-tanya juga ke yang lain,” tuturnya.

Untuk pengadaan seragam linmas, dia memang setuju menjadi prioritas untuk kebutuhan pemilu beberapa waktu lalu. Namun, untuk seragam ARWT, menurutnya, bisa dikesampingkan terlebih dahulu. “Kan lebih baik membenahi infrastruktur dari pada buat seragam,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.