Serah Terima Gedung Tulip Dipertanyakan

51
0
BELUM TUNTAS. Sejumlah administrasi pekerjaan tahap II Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo belum diselesaikan sejak masa pemeliharaan gedung berakhir Juli 2019.  Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo mempertanyakan serah terima akhir pekerjaan atau final hand over (FHO) dari pelaksana proyek atas pembangunan tahap II Gedung Tulip. Padahal, masa pemeliharaan proyek tersebut sudah berakhir pada Juli lalu.

Juru bicara RSUD dr Soekardjo Taufik Rachman mengaku belum mengetahui apakah setelah masa pemeliharaan berakhir, dokumen FHO sudah diterima pihak rumah sakit atau belum. Padahal, dokumen tersebut sangat penting karena merupakan administrasi pegangan RSUD dalam mengelola gedung lima lantai itu. “Sampai sekarang kami belum mengetahui sudah belumnya administrasi serah terima kegiatan itu usai pemeliharaan berakhir,” ucapnya kepada Radar, Selasa (27/11).

Dia menyebut apabila dokumen itu tak kunjung diterima RSUD, otomatis bakal menghambat aktivitas. Terutama ketika hendak memperbaiki bangunan gedung atau hal lain yang mensyaratkan keberadaan FHO. “Pelayanan akan terbatas, sehingga dokumen tersebut penting. Misalnya untuk meregistrasi NIB. Pemeliharaan dan lain-lain akan terganjal apabila FHO belum selesai,” tuturnya.

Taufik mengatakan pada Desember 2018, RUSD pelat merah itu baru melaksanakan serah terima hasil pelaksanaan tahap II 95 persen. Sisanya lima persen sebagai jaminan saat masa pemeliharaan selama enam bulan. Pelaksana kegiatan berkewajiban melengkapi kekurangan di masa tersebut sampai masa waktu pemeliharaan berakhir. “Baru tahap pertama yang diserahkan 95 persen. Ada uang jaminan untuk pemeliharaan yang harus dicairkan ketika masa pemeliharaan berakhir dan kekurangan pekerjaan dipenuhi,” kata dia.

Sementara itu, PPK Pembangunan Tahap II Gedung Tulip RSUD dr Soekarjo Lantai 1-3, Budi Martanova justru tengah menantikan undangan dari pihak rumah sakit untuk sesegera mungkin menuntaskan administrasi itu. Sebab, seluruh kekurangan dan perbaikan sudah dilaksanakan pihak rekanan di masa pemeliharaan yang berakhir Juli lalu. “Semua kekurangan sudah dipenuhi saat masa pemeliharaan. Kami justru menunggu undangan ke PPK dan unsur kegiatan 2018 tersebut untuk menuntaskan FHO,” kata Budi kepada Radar, Rabu (27/11).

Budi menjelaskan terdapat rekomendasi sebanyak 39 item untuk dilengkapi di pembangunan tahap selanjutnya supaya gedung benar-benar mampu difungsikan secara optimal. “Jadi di tahap selanjutnya ada sejumlah item yang kami rekomendasikan supaya dikerjakan, sehingga fungsi gedung dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” ujarnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.