Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.4%

79.2%

15.6%

0.3%

0%

Serikat Guru Terima Laporan Pungli

27
0

GARUT KOTA – Serikat Guru Indonesia (Segi) Kabupaten Garut mendapat laporan adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap guru calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dugaan pungli itu diduga dilakukan oknum Koordinator Wilayah (Koorwil) Dinas Pendidikan di tingkat kecamatan.

“Kejadiannya di wilayah Cikelet. Pungutan sifatnya tidak resmi dan di luar kegiatan dinas,” ujar Ketua Segi Kabupaten Garut Apar Rustam Alfalah kepada wartawan Senin (17/6).

Dia menerangkan pungutan oleh oknum pejabat Korwil Disdik di Kecamatan Cikelet itu dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti makan-makan pengurus dan staf Ramadan lalu.

“Besaran pungutannya Rp 500 ribu per orang. Guru CPNS yang baru diminta semuanya. Dari laporan setelah Lebaran ini mereka juga dimintai uang lagi hingga Rp 500 ribu,” katanya.

Apar mengaku masih mendalami dugaan aksi pungutan liar tersebut. Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti yang memperkuat dugaan pungutan tersebut. “Kita sedang kumpulkan alat bukti untuk selanjutnya dilaporkan ke Disdik dan bupati,” tegasnya.

Dia mengingatkan guru bukan sapi perah. Dirinya meminta para guru untuk berani membuka suara jika menjadi sasaran dari kebijakan nakal oknum.

“Kalau ada pungutan yang tidak resmi dan juga bukan kepentingan dinas, guru harus berani melapor. Jangan diam saja,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Korwil Kecamatan Cikelet Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Rohendi membantah meminta sejumlah uang kepada para guru CPNS. Ia tak menampik ada makan bersama yang dilakukan saat bulan Ramadan.

“Tapi kami tidak minta uang ke mereka untuk bayar makan. Kegiatan itu juga diadakan sama mereka (guru CPNS). Kami hanya diundang saja biar lebih kenal mereka,” ujarnya.

Terkait iuran Rp 500 ribu setelah Lebaran, Rohendi menegaskan tidak mengetahuinya. Dirinya juga sudah menanyakan kepada bendahara korwil terkait pungutan tersebut.

“Jelas, saya sangat kaget mendengar adanya informasi ini. Karena kami benar-benar tidak mengkondisikan,” terangnya. Rohendi pun menegaskan tidak ada pungutan terhadap guru CPNS di Kecamatan Cikelet. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.