Sering Banjir & Ancam Jiwa, Warga Minta Segera Normalisasi Sungai di Ciamis

132
0

CIAMIS – Masyarakat Kabupaten Ciamis menanggapi ada sembilan kecamatan yang menjadi ”langganan” banjir. Mereka mengaku miris. Untuk itu pemerintah harus segera melakukan normalisasi sungai-sungai di sembilan kecamatan tersebut.

Dian Soleh alias Ghozin dari Komonitas Peduli Lingkungan Kabupaten Ciamis meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai melalui pembangunan sodetan, pengerukan atau pelebaran sungai.

Baca juga : Sering Banjir & Ancam Jiwa, Warga Minta Segera Normalisasi Sungai di Ciamis

Dia pun mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran untuk menjaga sungai. Masyarakat jangan membuang sampah sembarang.

“Intinya selain peran pemerintah, masyarakat juga harus punya kesadaran agar tidak buang sampah sembarangan. Jangan hanya selalu menyalahkan pemerintah, namun peran masyarakat juga jaga lingkungan harus dilakukan,” ujarnya.

Ketua Umum Paguyuban Peduli Alam dan Lingkungan Galuh Asri (Pedal Gas) Kabupaten Ciamis Noer JM mengaku miris ada sembilan kecamatan yang menjadi lokasi rawan banjir.

Dia mendesak segera dilakukan normalisasi sungai di sembilan kecamatan itu. “Selain itu harus bersama-sama menjaga ekosistem,” ujarnya.

Masyarakat, pengusaha dan pemangku kebijakan harus terlibat dalam penanganan banjir. Karena menangani banjir tanggung jawab semua pihak.

“Bila di hulu (sungai) longsor pasti bawa sedimentasi, sampah material masuk sungai sehingga sungai menjadi dangkal dan menyempit. Tentu bagaimana caranya supaya tidak longsor ya konservasi hutan dan sumber mata air harus tetap terjaga, masyarakat dan pengusaha harus sadar dalam mengolah sumber daya alam termasuk hutan harus sesuai kaidahnya, sehingga ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.

“Kita harus terus menjaga alam dan alam akan menjaga kita. Kita harus yakin bahwa sungai sebagai sumber kehidupan,” paparnya.
Anggota Komisi D DPRD Ciamis Yogi Permadi berharap pemerintah secara bertahap melakukan pemetaan. Jadi pemerintah tahu jalan keluar dari penangana banjir.

“Tentunya melibatkan semua pihak, baik BBWS, provinsi juga, karena ini harus terlibat. Apakah lokasi tersebut perlu normalisasi sungai, atau pengerukan karena ada pendangkalan, atau harus disodetan atau pun pelebaran sungai,” ujarnya.

Dia berharap semu pihak terlibat dalam penanganan banjir agar ada solusi yang terbaik sehingga banjir di Ciamis bisa teratasi satu per satu. “Tidak harus masyarakat menderita karena menjadi langganan banjir terus,” ujarnya.

Sebagian wilayah di Ciamis masih rawan bencana banjir. Sampai saat ini ada sembilan kecamatan yang kerap terdampak luapan sungai, yaitu Panumbangan, Pamarican, Banjarayar, Banjarsari, Purwadadi, Rancah, Cidolog, Lakbok dan Jatinagara.

Ketua Taruna Siaga Bencana Kabupaten Ciamis Ade Waluya menjelaskan sembilan kecamatan itu kerap menjadi daerah “langganan” banjir dari luapan sungai-sungai di sekitarnya.

“Hal itu kami ketahui kalau ada intensitas hujan tinggi secara terus menerus ditambah ada juga air kiriman yang hujannya dari daerah lain,” kata Ade kepada Radar, Rabu (26/2) siang.

Kecamatan Lakbok, Panumbangan dan Rancah, kata dia, rawan banjir dari luapan Sungai Citanduy. Kecamatan Pamarican dari luapan Sungai Citalahan. Kecamatan Banjarayar dan Banjarsari dari luapan Sungai Cikaso, Sungai Ciputra Haji dan Sungai Cikawasen.

Adapun Kecamatan Purwadadi sumbernya luapan dari Sungai Ciseel dan Citanduy. Kecamatan Cidolong dari luapan Sungai Ciparay dan Ciseel. Sedangkan untuk Kecamatan Jatinagara dari luapan Sungai Cipetungan.

“Kesembilan kecamatan itu semua dari luapan sungai besar dan anak sungai juga, makanya menjadi langganan banjir,” paparnya.
Untuk menangani banjir di sembilan kecamatan tadi, kata Ade, diperlukan normalisasi sungai. Baik, pengerukan atau pelebaran sungai.

“Bila memang dianggap perlu sodetan, ya bisa dilakukan juga, karena di Ciamis ini banyak lokasi banjir yang musiman setiap tahun terjadi. Intinya perlu normalisasi sungai,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.