Sering Tekor, Pajak PJU Dinaikkan

39

BANJAR – Manajer Unit Layanan Terpadu PLN Kota Banjar Rudi Pamungkas akan komitmen dan berjanji memaksimalkan pelayanan aliran listrik bagi pelanggan.

Hal itu menyusul akan diterapkannya Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Tarif Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) sebesar 6 persen, dari sebelumnya hanya 3 persen.

“Kami pasti terus meningkatkan layanan kepada pelanggan. Karena kita mengutamakan pelayanan, termasuk keandalan atau jaringan listrik tidak padam ke seluruh pelanggan. Komitmen ketika pajak naik pelayanan akan kami tingkatkan,” ujar Rudi Minggu (17/3).

Ia mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah supaya pembayaran untuk penerangan jalan umum tidak tekor.

“Karena selama ini pembayaran PJU pemda ke PLN itu sekitar Rp 200 sampai Rp 250 juta perbulannya. Sementara PAD dari PJU yang dibebankan ke id pelanggan sebesar 3 persen itu pendapatan besarannya juga antara Rp 200 sampai Rp 250 juta per bulan. Jadi plus-plos, kadang kurang,” kata Rudi.

Kepala UPT Ketenagalistrikan Dinas PUPRPKP Kota Banjar Asep Bunyamin mengatakan PJU sudah seharusnya dinaikkan dari tiga persen menjadi enam persen. Hal itu karena PAD dari pajak PJU rendah dan kadang devisit tiap bulannya.

“Kita sebenarnya terendah jika dibanding kota dan kabupaten lain. Kota Tasikmalaya misalnya, itu sudah 10 persen dan PAD-nya miliaran. Kota Banjar sebesar tiga persen dan PAD – nya tidak lebih dari Rp 250 juta, jadi sangat kecil dan kadang untuk bayar ke PLN juga kurang,” kata dia.

Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Kota Banjar Heri Sapari menjelaskan hal yang sama. Dimana PAD dari PJU Kota Banjar terendah dan kadang tidak cukup untuk membayar beban daya kepada PLN.

“Kadang nombok untuk pembayaran ke PLN-nya. Perda kenaikan sudah ditetapkan. Mudah-mudahan segera diterapkan karena harusnya tahun kemarin Perda itu sudah berjalan. Sat ini masih menunggu beberap proses lagi,” katanya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.